CIMAHI- Para Kader Posyandu Kota Cimahi berkumpul di Aula Gedung Pusdikpal, Jl Pasir Kumeli, Baros, pada acara Sosialisasi Lomba Posyandu dan Kader Posyandu, Kamis (30/3/2017).
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, melalui kader-kadernya di bidang kesehatan. Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto dalam sambutannya
Selain itu posyandu mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu dalam meningkatkan kualitas
Peran posyandu sebagai salah satu sistem penyelenggaraan pelayanan kebutuhan kesehatan dasar dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia, agar posyandu dapat melaksanakan fungsi dasarnya.
“Diperlukan upaya revitalisasi terhadap fungsi dan kinerja posyandu karena kinerja posyandu secara umum masih belum menunjukkan hasil yang optimal,” tuturnya.
Menurut Sudiarto posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan yang menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya ibu dan anak, senantiasa diupayakan untuk terus dapat berperan dan berkembang sesuai dengan tuntutan permasalahan dan pelayanan di masyarakat.
mengingat begitu pentingnya peran posyandu sebagai wahana pelayanan dari berbagai program, maka peneyelenggaraan kegiatan revitalisasi posyandu perlu menyertakan aspek pemberdayaan masyarakat secara konsisten.
“Hal ini menuntut adanya pembinaan yang terus menerus terhadap kader yang merupakan ujung tombak dalam menggerakan posyandu di wilayahnya masing-masing, dan perlu diupayakan langkah dalam memberdayakan kader agar lebih profesional dalam memantau tumbuh kembang anak, serta membangun kemitraan masyarakat untuk meningkatkan dukungan dan memanfatkan posyandu secara optimal” jelas Sudiarto
Sudiarto merasa bangga terhadap kader posyandu di kota cimahi adalah kader yang bangga akan tugasnya meski dengan predikat kader insentif non material, karena merupakan orang-orang terpilih diantara angota masyarakatnya.