CIMAHI - Ombudsman Jawa Barat menilai SMK Negeri 1 Cimahi layak menjadi
percontohan sekolah lainnya di Jawa Barat dalam pelaksanaan Ujian
Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pasalnya, sekolah tersebut dianggap
telah memiliki sarana dan prasarana serta mekanisme pengawasan yang
paripurna.
Hal itu disampaikan Kepala Ombudsman perwakilan Jawa
Barat, Haneda Tri Lastoto saat memantau UNBK di tiap daerah yang salah
satu sekolah yang dikunjungi adalah SMKN 1 Kota Cimahi.
"Dalam
hal pengawasan sekolah ini jelas menerapkan aturan yang jelas dan tegas
dengan melarang pejabat masuk ruangan ujian saat melakukan pemantauan.
Karena itu jelas mengganggu konsentrasi siswa," katanya, kepada pewarta,
Senin (3/4).
Menurutnya, sepanjang 2016 lalu masih menemukan
pelanggaran yang dilakukan pejabat publik dengan melakukan seremonial di
dalam ruang kelas tempat UNBK berlangsung. Untuk itu, pihaknya ingin
memastikan hal itu tidak terjadi di Cimahi.
Kepala Dinas
Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan menambahkan,
pelaksanaan UNBK sudah sepenuhnya siap digelar jauh-jauh hari sebelum
pengalihan kewenangan tata kelola oleh Pemprov Jabar dan jenjang
pendidikan menengah pun sudah menyatakan kesiapannya.
"Kami sih
berharap nilai integritasnya meningkat. Kota Cimahi relatif lebih siap
dibandingkan dengan daerah lain dalam melaksanakan UNBK ini," ungkapnya. (HDA)
Disebutkannya,
ada 45 sekolah di Cimahi yang menggelar UNBK dengan jumlah peserta
didiknya mencapai 7.000 siswa. Banyaknya, peserta didik dan jumlah
sekolah yang mengikuti UNBK, membuat pihaknya melakukan persiapan secara
matang.
"Yang menjadi fokus tidak hanya penyediaan komputer tapi
bagaimana membuat siswa nyaman selama berlangung ujian dengan begitu
pelaksanaan UNBK ini berkualitas," pungkasnya.