CIMAHI - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteran Rakyat Kota Cimahi Maria
Fitriana menyatakan, tantangan dalam pencegahan dan pengendalian
tuberkulosis (TB) adalah menemukan dan mengobati semua penderita sampai
sembuh, agar semua penderita di Indonesia dapat kembali sehat, hidup
berkualitas, dan produktif.
Demikian disampaikan Maria saat
memberikan sambutan pada peringatan Hari TB se-dunia tingkat Kota Cimahi
tahun 2017 yang digelar di Selasar Aula Gedung B, Komp. Perkantoran
Pemkot Cimahi, Rabu (12/4). Kegiatan tersebut diikuti oleh para kader
Kesehatan, perwakilan perguruan tinggi, perwakilan Rumah Sakit se-Kota
Cimahi serta ormas dan LSM yang bergerak di bidang kesehatan.
"Untuk
mensukseskan gerakan temukan TB obati sampai sembuh (TOSSS TB). Maka,
saya beharap seluruh jajaran pelayanan kesehatan diharapkan melakukan
penemuan dan pengobatan pasien TB sesuai standar dan menyampaikan
pemberitahuan kepada dinas kesehatan setempat," katanya.
TB
merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Gejala utama TB berupa batuk berdahak yang
berkepanjangan disertai dahak yang berdarah, penurunan berat badan yang
signifikan, keletihan yang sangat, keringat di waktu malam, dan demam.
"Meskipun
ada juga penyakit lain dengan gejala yang serupa, tetapi bila kita
mengalami gejala seperti yang telah disebutkan tadi, kita perlu waspada
dan memeriksakan kesehatan langsung ke Unit Pelayanan Kesehatan
terdekat," ujarnya.
TB juga merupakan penyakit yang cukup
menakutkan. TB memakan korban paling banyak di Indonesia dan menjadikan
Indonesia sebagai negara ke-4 dengan jumlah penderita TB terbesar.
Diperkirakan ada 0,4 – 0,5 juta orang penderita di Indonesia (WHO).
Angka
ini diperkirakan masih lebih kecil dari faktanya di lapangan, dalam
artian angka ini hanya mencakup jumlah kasus yang dilaporkan ke WHO
saja. Bila penderita TB tidak segera ditemukan dan diberikan pengobatan
yang layak, tanpa sadar, mereka akan menularkan penyakitnya pada orang
lain. (HDA)