Loading...

Warga Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Administrator 27 Agustus 2017 2672 kali dilihat
Bagikan:
Warga Terima Bantuan Pangan Non Tunai
CIMAHI.- Warga miskin di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) pertama non-Program Keluarga Harapan (Non-PKH) yang mendapat penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun 2017. Mereka berduyun-duyun mendatangi sebuah agen BNI yang ditunjuk pemerintah untuk mendapatkan kebutuhan pokok pangan.
Pelaksanaan dilakukan di Jalan Bapak Ampi Kel. Baros pada Kamis (24/8/2017). Warga yang didominasi kaum hawa ini terlihat tertib mengantri untuk bisa mendapatkan beras dan gula pasir yang disediakan agen. 
Dengan membawa kartu keluarga sejahtera (KKS), warga bisa membeli beras sebanyak 20 kg, dan gula pasir 4 kg. Pada KKS tersebut sudah terdapat deposito uang senilai Rp 220.000 sebagai jatah 2 bulan pertama yaitu Januari-Februari.
"Saat ini ini pelaksanaan bantuan non tunai tahap 1 yakni januari dan februari untuk keluarga non PKH," ungkap Kasubag Administrasi Sarana dan Lembaga Lerekinoan Bagian Perekonomian Setda Kota Cimahi, Heri Susanto.
Menurut Heri, untuk pencairan BPNT ini baru dilakukan di keluaahan Baros. Karena mereka yang sudah siap menggelar kegiatan ini. 
"Di kelurahan baros ini ada 250 KPM yang mendapat BPNT. Pelaksanaannya satu hari ini aja, karena jumlahnya juga ngga terlalu banyak," bebernya.
Dijelaskannya,  penerima BPNT masih terbatas karena sesuai data non PKH dan penerima rastra. Masih ada data yang tidak valid.
"Kendala masih mendasar yakni soal data, dari Kemensos masih tidak valid, ada yang keluarganya sudah terpisah, ada yang sudah meninggal tapi masih terdaftar. Sehingga butuh validasi data lagi," bebernya.
Teti (41), penerima bantuan mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya program BPNT tersebut. 
“Alhamdulillah, bantuan ini dapat meringankan beban hidup,” ucapnya.
Warga jalan Haris RT 3/RW 9 ini mengaku, lebih senang menerim BPTN dibanding program bantuan beras untuk orang miskin (raskin) atau beras untuk keluarga sejahtera (rastra).
"Kalau raskin dijatah hanya 4 kg dan bayar lagi, kalau ini kita dapat beras 20 kg dan gratis. Ditambah gula pasir. Jadi mendingan yang sekarang," katanya.(RR)***