Loading...

Operasi Pasar Murah Diserbu Masyarakat

Administrator 27 Mei 2019 162 kali dilihat
Bagikan:
Operasi Pasar Murah Diserbu Masyarakat
CIMAHI.- Operasi Pasar Murah (OPM) dalam suasana ramadan diserbu masyarakat. Mereka rela antri untuk mendapatkan paket kebutuhan pokok dengan harga murah. 
Paket sebanyak 6.000 buah disediakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat bekerjasama dengan Pemkot Cimahi. Dalam satu paket kebutuhan pokok tersebut berisi beras premium seberat 5 kilogram, gula pasir 3 kilogram, dan minyak goreng kemasan 3 liter. Dalam OPM tersebut, Pemkot Cimahi menyebar paket di tiga kecamatan, yakni Cimahi Utara, Cimahi Tengah, dan Cimahi Selatan
Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna menjelaskan, tiap satu paket dijual Rp60.000. "Harga normalnya Rp136.000. Sehingga masing-masing rumah tangga sasaran (RTS) dapat subsidi pemerintah sebesar Rp76.000," katanya. 
Sedangkan jumlah penerima subsidi OPM ini sebanyak 6.000 RTS yang terdiri dari 1.800 RTS di Kecamatan Cimahi Utara, 1.800 RTS di Kecamatan Cimahi Tengah, dan 2.400 RTS di Cimahi Selatan.
Menurut walikota, OPM bertujuan meringankan sebagian beban masyarakat rumah tangga miskin dengan memberikan harga beli yang lebih rendah daripada harga pasarn karena memiliki subsidi yang sudah tertuang dalam Keputusan Gubernur No. 511/kep.317-rek/2019.
"Sebagaimana kita ketahui, seperti tahun sebelumnya, pada bulan Ramadan dan menjelang hari Raya Idulfitri terjadi peningkatan kegiatan ekonomi, khususnya pada subsektor perdagangan dalam negeri. Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap beberapa komoditas tertentu, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami peningkatan cukup signifikan," terangnya.
Sementara teknis pelaksanaan pemilihan warga diberikan kepada Kelurahan Se-Kota Cimahi dengan melakukan distribusi langsung menggunakan kupon.
"Harapan saya, warga masyarakat yang hadir pada kesempatan ini dapat memanfaatkan paket kebutuhan pokok yang diperolehnya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai bantuan yang sudah diperoleh ini malah dijual kembali kepada oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung-jawab," imbuhnya.