Hasilnya, sebanyak 235 ASN adalah perokok berat, 350 ASN kurang aktifitas
fisik, 410 ASN kurang mengkonsumsi sayur dan buah, 214 ASN mengalami kolesterol,
48 ASN mengalami tekanan darah di atas 140/90 mmHg, 32 ASN mengalami gula darah
serta 186 ASN mengalami obesitas sentral.
Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, deteksi PTM
terhadap para abdi negara ini rutin dilakukan setiap tahun untuk memastikan
kesehatan mereka. Hasilnya tak berbeda jauh dari tahun sebelumnya, yakni pola
makan yang tidak teratur sehingga menyebabkan obesitas dan sebagainya.
"Hasil yang kita laksanakan, ASN kita kebanyakan sudah mulai obesitas,
kegemukan. Kemudian kurang makan buah dan sayur. Faktor risikonya juga
koletserol mulai tinggi," ungkapnya saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan
Rd. Hardjakusumah, Kamis (14/11/2019).
Hasil pemeriksaan tahun sebelumnya pun tak jauh berbeda. Dari total 865 ASN
yang diperiksa, sebanyak sebanyak 232 ASN adalah perokok, kurang aktifitas
fisik 421 ASN, kurang sayur dan buah 385, kolesterol 119 orang, tekanan darah
di atas 140/90 mmHg ada 124 ASN, gula darah 119 orang, serta obesitas sentral
292 orang.
Dikatakan Rini, sapaan Chanifah Listyarini, permasalahan PTM pada para abdi
negara ini harus segera diintervensi. Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya
adalah dengan menerapkan program senam bugar atau stretching (peregangan).
Setiap pukul 10.00 WIB, Dinkes Kota Cimahi akan mengumumkan melalui pengeras
suara agar ASN di setiap ruangan untuk melakukan peregangan. "Untuk
pembiasaan, nanti setiap saat di ruangan masing-masing bisa membiasakan senam
bugar 7 menit untuk menjaga kesehatan," jelas.
Kemudian yang harus dilakukan, lanjut Rini, adalah menjaga pola makan para ASN.
Seharusnya, terangnya, porsi makan berat dalam satu piring itu 30 persen
karbohidrat (nasi), 30 persen protein, 20 persen lauk pauk dan 20 persen
buah-buahan.
"Tapi ini pada praktinya makanan yang didapat pada waktu kita rapat tidak
mengikuti, jadi akibtanya kegemukan semakin tinggi angkanya," katanya.
Termasuk, tegas Rini, makanan yang disediakan untuk kegiatan rapat yang tidak
sesuai porsi. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait lainnya
untuk melakukan sosialisasi kepada penyedia makanan agar makanan yang dibuat
sesuai porsi.
"Kami akan sosialisasi ke produsen makanan supaya menyediakan makanan yang
dibutuhkan ASN," tandasnya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengimbau semua ASN di Kota Cimahi
agar menerapkan pola hidup dan pola makan yang teratur. Sebab, kebugaran mereka
dibutuhkan agar pelayanan terhadap masyarakat bisa diberikan secara optimal.
"ASN juga minimal harus melakukan senam bugar minimal 7 menit. Jadi gak
duduk terus di ruang kerjanya," imbuhnya.