CIMAHI.- Keberadaan titik Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat (SPALD-T) skala permukiman pada program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dinilai bermanfaat oleh masyarakat. Dengan demikian, limbah domestik yang dihasilkan masyarakat diolah dan tidak dibuang langsung ke sungai yang bisa memicu pencemaran.
Salah satu lokasi SPALD-T yaitu di RT 6 RW 9 Kel. Padasuka Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Selasa 25 Februari 2020. Lahan pendirian SPALD-T merupakah hibah dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), lokasinya berada tepat di dinding batas kampus dan permukiman warga.
Ketua RW 9 Kel. Padasuka, Wadi, mengatakan, masyarakat sangat terbantu
dengan adanya SPALD-T tersebut. "Kalau dulu kotoran langsung dibuang ke
saluran air, sekarang tidak lagi dan masuk ke SPALD-T. Jadi meningkatkan
kebersihan dan mengurangi pencemaran," ujarnya.
Menurut Wadi, sebelum didirikan SPALD-T tidak banyak warga yang memiliki
septiktank. "Sekitar 110 rumah sekarang menyambung ke SPALD-T. Tinggal
sisa 5% warga yang belum dapat akses, itu karena ada kendala teknis,"
ucapnya.
Pihaknya juga berterima kasih atas lahan yang diberikan Unjani untuk
pendirian SPALD-T. "Lahan itu dulunya kumuh, dibersihkan dan bisa
dimanfaatkan," tuturnya.