CIMAHI– Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sebagai unit
pelayanan kesehatan hewan terpadu memegang peranan yang sangat penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, yaitu pelayanan diagnosa
penyakit, pengobatan, penanganan masalah reproduksi dan kesehatan masyarakat veteriner
di wilayah Kota Cimahi.
Demikian
diutarakan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana, usai
menghadiri kegiatan Kunjungan Lapangan dari Tim Penilai Adibaktitani tahun 2021
tingkat Provinsi Jawa Barat, bertempat di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)
Puskeswan Kota Cimahi, Jalan Sukimun, RT.003/RW.004, Baros, Kec. Cimahi Tengah,
Kota Cimahi, pada Senin (22/03).
Dikatakan Plt.
Wali Kota Ngatiyana, Puskeswan melakukan tugas dalam pelayanan jasa pusat
kesehatan hewan sebagai ujung tombak strategis yang perlu diperkuat kinerjanya
dalam rangka mendukung Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswannas), dimana
hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan
dan Kesehatan Hewan. Pihaknya memahami bahwa keberadaan puskeswan harus memberi
dampak signifikan dalam menangkal ancaman penyakit hewan yang sudah atau mungkin
akan muncul di Indonesia. Misalnya seperti saat ini Indonesia sudah direpotkan
dengan beberapa penyakit demam babi afrika (African
Swine Fever/ASF) yang sudah merebak sejak Desember 2019. Ancaman juga
dimungkinkan terkait flu babi juga harus diwaspadai yang berpotensi masuk ke
wilayah NKRI setelah wabah awal di Amerika Utara pada April 2009 lalu menyebar
dengan cepat ke seluruh dunia. Bahkan menurut who saat pandemi 2009 lalu,
sebanyak 74 negara dan wilayah telah melaporkan adanya infeksi flu babi yang
dikonfirmasi oleh hasil laboratorium.
“Kemudian yang
terbaru, pandemi global Covid-19 yang saat ini tengah melanda seluruh dunia
juga diduga berasal dari perantaraan hewan, yaitu kelelawar dan trenggiling, dan
telah terbukti bahwa penyakit ini juga bisa menjangkiti berbagai jenis hewan
lainnya,” ujar Ngatiyana.
Menyikapi
kondisi ini, Ngatiyana menekankan tentang kedudukan Puskeswan sebagai institusi
strategis dalam upaya mempercepat proses pelayanan dan penanganan kesehatan
hewan. Untuk itulah, Pemerintah Daerah Kota Cimahi terus melakukan penguatan
fungsi Puskeswan dalam rangka pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan,
salah satunya guna mendukung target indonesia bebas rabies di tahun 2030.
Diakui Ngatiyana, eksistensi dan peran Puskeswan masih perlu terus
dioptimalkan, termasuk melalui penambahan dukungan sarana-prasarana (sarpras),
sumber daya manusia (SDM) dan manajemen organisasinya. Untuk itulah, melalui
momentum penilaian adibaktitani ini, pihaknya berharap dapat memperoleh masukan
dari tim penilai sekalian untuk meningkatkan kapasitas puskeswan agar dapat menjadi ujung tombak
siskeswannas yang merupakan integrasi seluruh kegiatan kesehatan hewan.
“Kami juga
berharap, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, melalui
tahapan presentasi dan wawancara ini, Puskeswan Kota Cimahi dapat menjadi salah
satu Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) terbaik yang nantinya akan mewakili Provinsi
Jawa Barat pada penilaian adibaktitani tahun 2021 tingkat nasional,” pungkas
Ngatiyana.
Ditemui pada
kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota
Cimahi Supendi Heriyadi mengatakan, Adibaktitani adalah Penghargaan dalam
bentuk piala, plakat, dan piagam yang diberikan oleh Menteri Pertanian kepada
UKPP Berprestasi Bidang Pertanian yang telah melaksanakan tugas dan fungsi
memberikan pelayanan secara langsung kepada Masyarakat di Bidang Pertanian.
Untuk tingkat
Jawa Barat, terdapat 34 UKPP dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang mengusulkan lembar kerja
penilaian penghargaan Adibaktitani tahun 2021. Dalam hal ini, Dispangtan Kota
Cimahi mengirimkan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Puskeswan untuk ikut
serta dalam ajang ini. Setelah melalui tahapan seleksi administrative,
Puskeswan Cimahi termasuk kedalam 16 UKPP yang berhasil lolos ke tahapan
presentasi dan wawancara. Melalui tahapan presentasi dan wawancara ini, akan
ditetapkan 6 UKPP terbaik melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat sebagai bahan
penilaian oleh Kementerian Pertanian lebih lanjut.
“Puskeswan ini
ngak pernah dilombakan sebelumnya. Nah seakrang provinsi mau melihat dari
jarak dekat terhadap Puskeswan ini. Sebagai Kepala Dispangtan, saya optimis sekali
yah bahwa kita bisa mendapatkan
penghargaan ini, karena semangatnya bukan hanya demi berlomba, tapi memang saya
lihat Kepala UPTD dan kawan-kawan yang ada di Puskeswan ini etos kerjanya cukup
tinggi. Terbukti apa yang tadi disampaikan dalam eksposenya… Itu bukan main
main, bahwa salah satunya dari aspek PAD [Pendapatan Asli Daerah] ngak pernah kurang, selalu melebihi
target,” ujar Papih, sapaan akrab Supendi Heriyadi.
Ditambahkan
Supendi, Dispangtan Kota Cimahi akan terus melakukan pengembangan terhadap UPTD
Puskeswan ini ke depannya. Selain aspek Sumber Daya Manusia, salah satu hal
yang paling mendesak untuk segera dibenahi demi peningkatan kualitas pelayanan
Puskeswan adalah penambahan aspek sarana-prasarana pendukungnya, termasuk
perluasan bangunan dari yang sudah ada saat ini.
“Untuk pelayanannya,
karena sudah memerlukan fasilitas [tambahan], Insya Allah tahun 2021 ini sudah dianggarkan yah, kita akan membangun ruang sekretariat di sebelah gedung yang
sudah ada, sebab fasilitas yang ada saat ini belum maksimal. Sekarang
sekretariatnya masih bergabung yah
dengan ruang pelayanan lainnya,” pungkasnya. (Bidang IKPS)