CIMAHI.– Pemerintah Kota Cimahi menggelar kegiatan Pembinaan Lembaga RT dan RW yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pada Rabu (27/8) di Convention Hall Cimahi Techno Park. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan peran para Ketua RT dan RW sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Wali Kota Cimahi menegaskan bahwa Ketua RT dan RW memiliki posisi penting di tengah masyarakat, yakni sebagai jembatan antara warga dengan pemerintah. “Para Ketua RT maupun RW adalah garda terdepan dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Ngatiyana juga menekankan pentingnya peran RT dan RW dalam pelaksanaan pembangunan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, pembangunan perkotaan memiliki ruang lingkup yang luas dengan implikasi sosial dan politik yang tidak sederhana, sehingga dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dengan RT dan RW sebagai penghubung utama informasi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Lebih lanjut, Wali Kota Cimahi mengingatkan para Ketua RT dan RW agar selalu memperhatikan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada malam hari yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Walikota Cimahi juga mendorong para Ketua RT dan RW untuk menjadi teladan di lingkungannya, baik dalam hal pemberdayaan, pelayanan, merukunkan warga, maupun memonitor pembangunan di wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga menyinggung pembangunan fisik yang tengah berlangsung di wilayah Cimahi Utara, yaitu pembangunan bundaran dan pelebaran ruas Jalan Jati Cihanjuang untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di pertigaan menuju arah Gedung Pemerintah Kota Cimahi.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Wali Kota Cimahi berharap jajaran RT dan RW dapat semakin profesional, solid, dan optimal dalam menjalankan tugas. Kegiatan itu diselenggarakan sebagai upaya agar Ketua RT dan RW mampu melaksanakan fungsi dengan lebih baik, sekaligus menegaskan kedudukan mereka sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pelayanan sosial, ekonomi, dan budaya di tingkat lokal.***