Loading...

Pekan Kebudayaan Daerah Kota Cimahi 2025, Komitmen Pemkot Cimahi dalam Pelestarian Budaya

Rano Hardiana 22 September 2025 769 kali dilihat
Bagikan:
NotFound
CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi menunjukkan komitmen dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Cimahi. Hal itu diperlukan sebagai upaya menjaga jati diri bangsa sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Kota Cimahi.

Hal itu terungkap pada Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Cimahi 2025 yang digelar di Eco Wisata Cimenteng Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, Sabtu (20/9/2025). 

Terdapat 10 objek kebudayaan yang ditampilkan dalam acara ini, termasuk musik etnik, teater rakyat, aksara Sunda Buhun, permainan tradisional, wayang, hingga tarian nusantara dengan lebih dari 1.000 orang penampil.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal, khususnya seni dan budaya Sunda yang menjadi jati diri masyarakat Cimahi. 

"Apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi dalam menyelenggarakan PKD sebagai ruang ekspresi dan edukasi seni budaya bagi generasi muda. Dengan adanya PKD ini, semangat melestarikan budaya terus hidup di Kota Cimahi," ujarnya.

Salah satu aplikasi pelestarian budaya yaitu sosialisasi aksara sunda mulai dari penggunaan aksara sunda pada papan nama jalan hingga pembelajaran aksara sunda di sekolah. Terdapat 23 jalan di Kota Cimahi akan dilengkapi tulisan aksara Sunda pada papan nama jalan. Untuk pengenalan aksara Sunda kepada pelajar dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang rutin digelar setiap pekan.

Ngatiyana menegaskan, pelestarian budaya menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu. "Hal ini bentuk penghargaan terhadap para leluhur dan identitas bangsa. Dari situ lahir cinta tanah air dan cinta bangsa Indonesia, jadi persatuan dan kesatuan ending-nya adalah cinta terhadap budaya. Budaya merupakan jati diri bangsa. Dari Sabang sampai Merauke, semuanya punya kekayaan budaya dan Cimahi harus ikut menampilkan itu. Mudah-mudahan budaya Sunda yang kita hidupkan kembali dapat menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang," tuturnya.**