Loading...

10 Ancaman Bencana, Warga Kota Cimahi Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Riva Adam Puteri 09 Februari 2026 519 kali dilihat
Bagikan:
10 Ancaman Bencana, Warga Kota Cimahi Harus Tingkatkan Kewaspadaan

CIMAHIBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana. Berdasarkan dokumen Kajian Resiko Bencana Kota Cimahi, terdapat 10 jenis ancaman bencana yang harus diantisipasi.


"BMKG merilis setiap hari untuk antisipasi potensi cuaca ekstrim, termasuk di Kota Cimahi yang harus diwaspadai," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan.

Potensi ancaman tersebut diantaranya banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, potensi Sesar Lembang, hingga gangguan teknologi dan kondisi darurat lainnya.

Dia menyatakan, dampak cuaca ekstrem yang terjadi saat ini berskala luas dan tidak hanya melanda satu wilayah saja.

"BPBD Kota Cimahi terus mengimbau masyarakat agar mengantisipasi potensi bencana, terutama di wilayah yang kerap terdampak hujan dengan intensitas tinggi. Potensinya mulai dari banjir genangan, limpasan dan lain sebagainya untuk tetap siaga," ungkapnya.

Saat ini, Kota Cimahi masih berstatus Siaga Daerah Geohidrometeorologi. Dalam status tersebut, kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan kebencanaan ditingkatkan.

"Jika diperlukan untuk pengarahan, penanganan, dan distribusi maupun penanggulangan kami bisa lebih siap," paparnya.
Sebaran wilayah rawan bencana di Kota Cimahi hampir merata.

"Hampir di semua 15 kelurahan di Cimahi ada titik rawan bencana," tambahnya.

BPBD Kota Cimahi turut mencermati rilis BMKG yang menyebut puncak musim hujan tahun 2026 diprediksi terjadi pada Maret. 

"Musim hujan tahun ini puncaknya bulan Maret. Jadi harus siaga dan antisipasi karena tiap wilayah kelurahan ada daerah rawannya," imbuhnya.
Dalam upaya menekan dampak bencana hidrometeorologi, BPBD Cimahi mengedepankan strategi pengurangan kerentanan dan peningkatan ketangguhan masyarakat.

Selain kesiapan internal, BPBD juga berupaya membangun kesadaran masyarakat agar memahami langkah evakuasi mandiri, terutama di lingkungan keluarga sebagai unit terkecil.

"Tahun ini BPBD Cimahi berencana memasang delapan titik Early Warning System (EWS) untuk pemantauan muka air. Edukasi kebencanaan juga ditingkatkan sebagai upaya mendorong kesiapan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana," tuturnya.**