CIMAHI – Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, menyusul mulai masuknya musim penghujan pada November hingga Desember 2026.
Ngatiyana mengatakan, setelah mengalami musim kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir, masyarakat perlu mengantisipasi peningkatan curah hujan yang berpotensi memicu bencana banjir dan tanah longsor.
Ia meminta masyarakat untuk mulai memperhatikan kondisi lingkungan, salah satunya dengan melakukan kerja bakti membersihkan saluran air, sungai, serta area yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir.
Menurutnya, kondisi tanah yang sebelumnya mengalami kekeringan akibat paparan panas matahari, kemudian kembali diguyur hujan, juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor.
" Saya harapkan kepada seluruh masyarakat waspada, bersih-bersih lingkungan yang kira-kira bisa menimbulkan bencana banjir, tanah longsor dan sebagainya," ujar Ngatiyana usai ditemui, Selasa (03/11/2026).
Untuk mengantisipasi potensi bencana tersebut, Pemerintah Kota Cimahi telah menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN), camat, dan lurah agar meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Selain itu, Pemkot Cimahi juga mengerahkan sejumlah unsur kebencanaan, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kampung Siaga Bencana (KSB), Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga berbagai potensi masyarakat untuk bergerak cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Ngatiyana menegaskan, upaya pencegahan juga harus dilakukan melalui kegiatan pembersihan sungai dan saluran air guna meminimalkan risiko banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
Adapun sejumlah wilayah di Kota Cimahi yang menjadi perhatian karena memiliki potensi tanah longsor berada di kawasan utara, khususnya Kecamatan Cimahi Utara, termasuk wilayah Cipageran dan Citeureup. Sementara di wilayah selatan, kawasan Cibeber juga menjadi salah satu daerah yang perlu diwaspadai.
Selain longsor, potensi banjir juga menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama di sepanjang aliran Sungai Cimahi dan Sungai Cibabat.
Ngatiyana berharap, melalui peningkatan kesiapsiagaan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, potensi bencana selama musim penghujan dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
Pemerintah Kota Cimahi mengajak masyarakat untuk tidak menunggu bencana terjadi, tetapi mulai melakukan langkah pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan. (Bidang IKPS**)