Seperti yang sudah diketahui bersama, kondisi lingkungan saat ini sudah kritis. Pencemaran sudah mencapai ambang batas toleransi. Sampah padat dengan mudah ditemukan di mana-mana, udara penuh dengan asap dari kendaraan dan pabrik-pabrik, bahkan badan air pun penuh dengan limbah cair. Tanpa kita sadari, tubuh kita pun penuh dengan polusi. Tidak heran jika terdapat banyak kasus penyakit yang disebabkan mutasi genetik dan penyakit-penyakit degeneratif pun meningkat.
Semua itu disebabkan perilaku manusia selama ini yang tidak peduli terhadap keseimbangan alam. Berdalih gaya hidup modern, namun perilaku tersebut justru menyebabkan tumpukan sampah-sampah non organik semakin tinggi. Binatang pun dapat menjadi korbannya, contohnya ikan mati karena memakan sampah yang hanyut ke laut.
Didorong oleh kesadaran dan kepedulian untuk menjaga keseimbangan alam, muncul gaya hidup zero waste atau minim sampah. Melalui gerakan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, diharapkan pencemaran lingkungan dapat dikurangi sejak dari tingkat rumah tangga.
Ingin memulai gaya hidup zero waste? Berikut empat tips mudahnya:
Kurangi Pemakaian Benda-Benda Berbahan Dasar Plastik
Gunakan reuseable bag ketika berbelanja. Pada zaman dahulu, orang berbelanja ke pasar dengan membawa keranjang. Ternyata, justru inilah cara yang benar. Menggunakan keranjang untuk tempat belanjaan akan membantu mengurangi sampah padat akibat pemakaian tas plastik.
Bawa pula kotak-kotak tempat bahan makanan dari rumah ketika membeli makanan sebagai pengganti kantong plastik, kotak mika, atau styrofoam. Usahakan menggunakan peralatan berbahan bukan plastik karena ketika sampai pada batas waktu pemakaian, wadah akan menjadi sampah. Padahal, plastik merupakan bahan yang tidak dapat terurai.
Langkah pertama ini merupakan bentuk dari tahapan reduce, yaitu mengurangi produksi sampah.
Pilih Barang yang Dapat Digunakan Berulangkali dan Manfaatkan Barang-barang yang Tidak Terpakai
Setiap kali membeli kebutuhan harian, pilihlah yang dapat dipakai berulang kali agar tidak menimbulkan sampah sesudahnya. Contohnya adalah dengan memilih lap kain sebagai pengganti tisue atau popok kain sebagai pengganti diapers.
Jangan terburu-buru membuang benda-benda yang sudah tidak terpakai. Coba perhatikan, siapa tahu masih bisa dimanfaatkan kembali. Contohnya, baju-baju lama yang sudah usang dapat digunakan untuk keset atau pengganti lap. Selain hemat, hal ini sekaligus akan menekan tumpukan sampah.
Sisa bahan makanan ketika memasak juga dapat dimanfaatkan, lo. Batang-batang sawi, wortel atau bonggol bawang daun dapat diolah menjadi kaldu sayur yang sehat. Pernahkah Anda mengonsumsi keripik kulit wortel? Selain enak, juga dapat menjadi sumber serat bagi tubuh.
Tindakan ini merupakan bentuk tahapan kedua dari gaya hidup zero waste, yaitu reuse.
Daur Ulang Bahan-Bahan Bekas
Saat ini, sudah banyak orang-orang kreatif memanfaatkan bahan-bahan bekas menjadi barang baru yang berdaya guna tinggi. Bahkan, hasil daur ulang tersebut memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menjadi sumber penghasilan.
Anda dapat memulai dari tindakan yang sederhana, yaitu memilah sampah domestik. Sampah organik seperti sisa-sisa makanan atau bahan masakan dikumpulkan dan diolah menjadi kompos. Hasilnya dapat digunakan sebagai media menanam di halaman rumah.
Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, kemasan camilan, dan lainnya, dapat dimanfaatkan untuk membuat kreasi tangan. Misalnya, botol plastik untuk pengganti pot bunga, kemasan camilan dijadikan hiasan bunga, atau kreasi lainnya.
Tindakan ini merupakan bentuk tahapan terakhir dari gaya hidup zero waste, yaitu Recycle.
Apabila ketiga tahapan gaya hidup hidup zero waste tersebut telah dilakukan, jumlah sampah domestik yang terkirim ke TPA akan sangat berkurang. Nah, sangat mudah, ‘kan, melakukan gaya hidup zero waste tersebut? Berani memulainya dari sekarang? (AH)
image source: https://pixabay.com/en/zero-waste-plastic-free-3749854/