Loading...

Babymoon, Liburan Saat Hamil, Perlukah?

Administrator 22 November 2018 15733 kali dilihat
Bagikan:
Babymoon, Liburan Saat Hamil, Perlukah?
Sheila Kitzinger, seorang penulis buku kehamilan dan kelahiran asal Inggris, memperkenalkan istilah babymoon. Babymoon adalah honeymoon sebelum seorang ibu melahirkan. Apa arti babymoon sebenarnya? Babymoon dikaitkan dengan kegiatan bermesraan para pasangan sesaat sebelum atau setelah buah hati lahir, semacam refreshing setelah berbulan-bulan memfokuskan perhatian pada kehamilan.

Babymoon sedang menjadi tren yang belakangan ini makin populer di Indonesia. Anda tak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri atau ke luar kota demi dapat menikmati liburan yang menarik. Anda dan pasangan dapat memanfaatkan babymoon sebagai liburan singkat nan mesra dengan saling memanjakan satu sama lain. Bisa hanya dengan menyewa kamar hotel yang memiliki servis prima, bermalam di vila pegunungan dengan view menawan, atau sekedar pergi ke spa bersama-sama dan diakhiri dengan candle light dinner super romantis. Anda dan pasangan bisa juga mendatangi lokasi-lokasi saat kencan dahulu yang menyimpan banyak kenangan manis.

Ada banyak sekali manfaat dari kegiatan ini. Berikut adalah 5 alasan mengapa Anda  dan pasangan wajib melakukan babymoon khusus sebelum kelahiran buah hati:

Merekatkan Hubungan Suami Istri
Menjadi orang tua adalah salah satu fase paling berat bagi pasangan karena banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Segala tantangan tersebut bisa berlangsung berbulan-bulan atau lebih. Saat menanti buah hati, tak jarang, Anda sebagai calon ibu mengalami stres dengan perubahan bentuk tubuh, perasaan, emosi, dan pikiran yang mencemaskan. Bisa jadi, hal ini membuat hubungan dengan pasangan menjadi merenggang dan kurang harmonis. Oleh karena  itu, sebelum Anda menjadi orang tua, nikmatilah masa penantian dengan gembira bersama pasangan untuk yang terakhir kalinya.

Babymoon bisa menjadi momen tepat saling menguatkan, menyayangi, dan mengobrol intim.  Setelah si kecil lahir, percakapan Anda dan pasangan akan fokus perihal ASI, menidurkan bayi, popok basah, tangisan bayi, kontrol ke dokter, dan kurangnya waktu tidur Anda dan suami.

Saatnya Kencan
Setelah bayi lahir, waktu berduaan  bersama sang suami semakin sedikit, bahkan hampir tidak ada sama sekali. Anda akan sibuk dengan kegiatan mengasuh, menyusui, mengganti popok, dan mengurus segala keperluan sang buah hati. Ayah pun akan berbagi tugas atau minimal terkena imbas susah tidur karena anak yang sering rewel di tengah malam. Sebelum masa itu tiba,  luangkan waktu untuk babymoon. Pakailah pakaian terbaik Anda, berdandan cantik, dan nikmatilah liburan singkat nan romantis sepuas-puasnya.

Beristirahat Sepuasnya
Babymoon  bisa berarti berakhir pekan bersama pasangan menghabiskan waktu di rumah. Bisa menonton film, mendengarkan musik kesukaan, atau makan makanan favorit sambil bersantai di sofa sambil bercakap-cakap dengan suami. Hal sederhana dan berkualitas ini dapat menjadi penyemangat saat Anda sudah sibuk mengurus dan mengasuh bayi. 

Sebagai Relaksasi Redakan Stres
Masa-masa menunggu kelahiran bayi mungkin akan membuat Anda lumayan stres. Semua uji laboratorium, scan, pemeriksaan rutin dengan dokter, serta kursus persiapan menjadi orang tua begitu menyita waktu dan bisa membebani pikiran. Belum lagi soal perencanaan biaya persalinan, membaca buku-buku cara mengurus bayi, berbelanja keperluan si kecil, sampai keharusan mendengar semua petuah-petuah terkait cara mengasuh anak yang baik dan benar.  Saatnya Anda menenangkan pikiran dan pergi berlibur sesaat bersama pasangan agar hati tentram dan tenang. 

Sesi Terakhir Memanjakan Diri
Menjadi orang tua adalah momen berbagi perhatian dengan orang lain. Anda harus rela menempatkan sang buah hati di nomor satu dan mengedepankan segala kepentingan anak lebih dulu. Barangkali, Anda bisa jadi tak sempat merawat diri ke salon atau tidur nyenyak karena sibuk merawat si kecil. Nah, babymoon adalah kesempatan terakhir Anda untuk memikirkan kesenangan sendiri.

Anda dapat menyesuaikan rencana babymoon Anda dengan kondisi keuangan serta waktu libur suami. Selain itu, sebaiknya Anda pergi berlibur saat kehamilan mencapai trimester kedua agar terhindar dari morning sickness yang biasa terjadi pada trimester pertama. 

Ingin menjalani babymoon? Silakan Anda memutuskannya, intinya bila Anda senang, tenang dan nyaman, Anda akan siap menghadapi persalinan dengan baik, bebas dari stres yang akan berdampak buruk bagi Anda dan bayi. (AH)

image source: https://www.newenglandinnsandresorts.com/offers/babymoon