Poliglot ialah sebutan bagi orang yang mahir menggunakan banyak bahasa. Di Indonesia, poliglot rata-rata menguasai 5-11 bahasa. Wow, amazing, ya! Sayangnya tidak semua orang dianugerahi kemampuan istimewa ini.
Berdasarkan penelitian, otak poliglot ternyata berbeda dengan otak manusia pada umumnya. Penelitian yang dilakukan oleh ahli saraf di University College London mengungkap rahasia di balik cemerlangnya otak seorang ahli bahasa asing. Ia menyebutkan bahwa poliglot mempunyai otak yang kurang simetris dan lebih banyak materi otak putih pada bagian yang memproses suara.
Sama seperti profesi lainnya, menjadi seorang poliglot juga ada suka dukanya. Inilah beberapa hal yang hanya dirasakan dan dimengerti oleh seorang poliglot.
Kerap Diminta Bicara dalam Berbagai Bahasa
Sebagian besar orang akan antusias meminta sang poliglot berbicara dalam berbagai bahasa yang dikuasai. Momen ini dapat dijadikan ajang mengasah kemampuan dan promosi diri. Semakin sering dipakai, kian terasah pula kemampuan poliglot dalam berbahasa asing.
Ketika Pertanyaan Membuat Dada Sesak
Terkadang, orang-orang merasa ingin tahu bagaimana cara mempelajari beragam bahasa dalam waktu singkat atau seperti apakah dunia kerja seorang ahli bahasa asing. Namun, ada beberapa pertanyaan yang kerap membuat sesak dada. Sebagai contoh, alasan mempelajari bahasa asing yang tidak populer atau kerap tak terpakai, seperti bahasa Xhosa dan Swahili, hingga seberapa sering sakit kepala akibat mempelajari beragam bahasa asing.
Pemilihan Buku, Tontonan, Aplikasi Ponsel, dan Lagu Antimainstream
Saat tengah mempelajari suatu bahasa, poliglot biasanya akan mencari beragam referensi dan melakukan langkah-langkah guna mempercepat penguasaan bahasa tersebut. Tidak heran, ya, bila pemilihan buku, tontonan, aplikasi ponsel, sampai lagu, tidak seperti kebanyakan orang. Poliglot akan memilih segala hal terkait dengan bahasa yang tengah dipelajari.
Ajari, dong!
Selain meminta poliglot berbicara dengan beragam bahasa asing, umumnya orang-orang juga akan meminta diajari cara agar dapat berbicara beragam bahasa dengan mudah. Ehem … kalau mereka bertanya karena serius ingin belajar, sih, tidak masalah. Sayangnya, sebagian besar bertanya hanya karena euforia sesaat saja. Cuma ikut-ikutan atau basa-basi. Pada kenyataannya, mereka sama sekali tidak tertarik mempelajari bahasa tersebut.
Kunjungan ke Berbagai Negara
Seorang poliglot juga dianggap senang bepergian, telah melanglang ke berbagai belahan dunia, atau tinggal di luar negeri. Kenyataanya, tidak demikian, lo. Banyak juga poliglot yang belum pernah pergi ke negara yang mereka kuasai bahasanya.
Poliglot Dianggap Jenius
Mampu menguasai berbagai bahasa asing kerap membuat seseorang menyematkan gelar jenius kepada poliglot. Orang awam beranggapan, dengan bekal kemampuan multibahasa, poliglot pun pasti mahir melakukan hal-hal lainnya. Kenyataannya, poliglot juga manusia biasa yang punya sisi kekurangan.
Tidak Mengerti
Setelah diminta berbicara dengan bermacam bahasa yang dikuasai, masih ada lagi hal yang membuat poliglot gemas. Ya, orang di sekitar kerap berkata bahwa mereka tidak mengerti apa yang diutarakan. Bahasa gaulnya, “Lu tadi ngomong apa, sih?”
Berharap Orang Terdekat Juga Menguasai Bahasa yang Sama
Terkadang, ada hal yang ingin diungkapkan poliglot kepada seseorang tanpa diketahui maupun didengar oleh orang lain. Poliglot kerap berharap teman-teman dan orang terdekat juga menguasai bahasa yang tengah digunakan. Sayangnya, hal ini mustahil terwujud sebab tidak semua teman mengerti bahasa yang dipergunakan saat itu.
Bukan Sombong
Seorang poliglot juga biasa dicap sombong karena memilih tontonan hingga aplikasi berbahasa asing atau menelepon menggunakan bahasa luar. Padahal, tindakan ini sebetulnya bertujuan guna mengasah kemampuan berbahasa, lo.
Rindu Bahasa Ibu
Poliglot yang tinggal di lokasi yang tidak ada seorang pun mengerti bahasa Indonesia tak jarang merasa rindu kampung halaman, termasuk kangen menggunakan bahasa ibu. So, jika hal ini yang tengah dialami, cobalah untuk menonton film-film Indonesia atau memutar lagu dalam negeri sebagai pengobat rindu.
Ternyata, banyak suka duka menjadi poliglot, ya. Ada yang berniat mengikuti jejak mereka? (AH)
image source: http://blog.qatestlab.com/2015/10/26/tester-polyglot-necessity/