Loading...

Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA)

Administrator 04 Desember 2019 2564 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

Dalam Perpres 22 tahun 2009 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Dalam Rangka Mewujudkan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Sebagai Dasar Pemantapan Ketahanan Pangan Untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Dan Pelestarian Sumber Daya Alam (SDA), diperlukan berbagai upaya secara sistematis dan terintegrasi dan berkesinambungan.

Pada prinsipnya pangan yang dibutuhkan adalah pangan yang dapat menjamin kelangsungan hidup manusia dalam arti layak (beragam, bergizi seimbang) dan aman untuk dikonsumsi.

Pangan yang aman adalah pangan yang terbebas dari bahaya cemaran biologis, kimia maupun fisika yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Namun pada kenyataannya pangan yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya layak dan aman dikonsumsi, hal ini dikarenakan masih banyak ditemukan kandungan mikrobiologi dan/ atau bahan kimia berbahaya dalam pangan.

Kondisi ini menunjukan masih kurangnya penerapan hygiene sanitasi dan cara produksi pangan yang baik dan benar dalam pengeloaan pangan, terutama pada industri  kecil atau industri  rumah tangga pangan.

Keamanan, pola konsumsi pangan masyarakat sampai saat ini masih menunjukkan kecenderungan kurang beragam dari jenis pangan dan keseimbangan gizinya.

Beras masih mendominasi dalam pola konsumsi pangan masyarakat, sementara konsumsi sumber karbohidrat lainnya yang dahulu biasa dikonsumsi semakin tergeser sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Disamping itu, konsumsi sayur dan buah, umbi-umbian, pangan hewani, dan kacang-kacangan masih rendah sehingga perlu ditingkatkan.

Untuk itu, maka perlu upaya secara terus menerus untuk merubah pola konsumsi masyarakat ke arah pola konsumsi pangan B2SA.

Untuk menghilangkan ketergantungan terhadap salah satu jenis pangan dapat dimulai dengan mengenalkan dan menghapus pandangan nilai-nilai lama yang menempatkan satu jenis pangan sebagai pangan masyarakat.

Potensi pangan lokal yang besar di Kota Cimahi dapat digolongkan sebagai sumber pangan pilihan alternatif dengan tetap memperhatikan pemenuhan gizi yang seimbang dan aman agar terciptanya hidup sehat dan produktif.

Konsumsi pangan yang berkualitas dapat diwujudkan zat gizi lengkap dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan, serta memperhatikan cita rasa, daya cerna, daya terima dan daya beli masyarakat.

Dalam rangka mempercepat pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan B2SA, badan ketahanan pangan – kementerian pertanian sejak tahun 2002 telah mensosialisasikan slogan “panganku beragam, bergizi dan berimbang” kepada masyarakat luas.

Disamping itu, dilaksanakan pula kegiatan sosialisasi dalam bentuk “lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA)”.

Harapan saya dari lomba tersebut dapat meningkatkan pemahaman setiap individu yang ada di Kota Cimahi, dalam menerapkan konsumsi B2SA khususnya ibu rumah tangga yang bertanggung jawab dalam menentukan dan menyediakan menu keluarga.

Melalui kegiatan lomba masak cipta menu B2SA ini, kami dari pemerintah Kota Cimahi berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) berbasis bahan pangan lokal dalam mendukung kehidupan yang sehat dan produktif.