Berdasarkan prakiraan badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG), musim hujan sudah mulai pada bulan oktober dan puncak musim hujan pada umumnya akan terjadi pada bulan Januari - Februari 2019.
Tantangan bagi Kota Cimahi saat ini, masih terdapat 13 titik genangan, dengan luas kurang lebih 7 hektar, dan perlu mendapatkan prioritas penanganan karena ketinggiannya lebih dari 30 cm dan lamanya lebih dari 2 jam serta frekuensi kejadiannya lebih dari 2 kali setahun, salah satunya adalah genangan di jalan jendral haji amir machmud.
Selain itu masih terdapat sekitar 19 titik banjir dengan luasan mencapai 42 hektar, akibat meluapnya air sungai melebihi palung sungai yang melewati Kota Cimahi, salah satunya adalah banjir di kawasan melong.
Penyebab genangan yang teridentifikasi di lapangan adalah :
1. Adanya penyempitan penampang saluran drainase
2. Saluran gorong-gorong di wilayah pemukiman warga sangat kecil
3. Adanya pembuangan sampah atau limbah ke saluran
4. Adanya sedimentasi saluran
5. Adanya penempatan utilitas yang melintang saluran (pipa pdam, kabel pln, kabel fiber optic), sehingga mengakibatkan tersangkutnya sampah.
6. Adanya bangunan-bangunan liar yang berdiri di atas saluran, yang menyulitkan dalam proses pemeliharaan saluran
Adapun penyebab banjir yang teridentifikasi adalah :
1. Adanya penyempitan penampang sungai
2. Adanya pembuangan sampah ke sungai
3. Adanya sedimentasi saluran sungai
4. Limpasan air yang besar dari daerah hulu sungai
Upaya-upaya struktural yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Cimahi untuk penanganan genangan dan banjir adalah :
1. Rehabilitasi saluran drainase dan tanggul yang rusak
2. Pembangunan saluran drainase permukiman
3. Pembangunan dan pemeliharaan embung/kkolam retensi
4. Pembangunan sudetan, salah satunya adalah yang sedang dilaksanakan saat ini di RW 19, 14 dan 33 Kelurahan Melong.
5. Pelebaran sungai, yaitu salah satunya yang saat ini sedang dilaksanakan pembebasan lahannya di Kelurahan Cigugur Tengah dan Kelurahan Melong, dalam upaya penanganan banjir Melong sesuai skema bbws citarum.
Selain itu telah dilakukan pula kegiatan-kegiatan penunjang, diantaranya :
1. Pemeliharaan rutin saluran drainase dan sungai oleh Tim Kecebong.
2. Penertiban bangunan liar yang berdiri di atas saluran. Penertiban yang telah dilakukan oleh satpol pp diantaranya di wilayah RW 15 Kelurahan Melong dan disekitar jalan pandai.
3. Reaktivasi saluran-saluran yang dapat mengalirkan genangan.
4. Meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, khususnya yang berwenang dalam penertiban utilitas kota ,seperti PDAM, PLN dan para provider seluler sebagai owner dari kabel-kabel fiber optic.
Selain upaya-upaya tersebut di atas pemerintah Kota Cimahi juga berupaya melakukan inovasi-inovasi untuk pengurangan dampak genangan dan banjir. Inovasi yang telah dan akan dikembangkan dalam pengurangan dampak genangan dan banjir adalah dengan pembangunan drainase kota yang berwawasan lingkungan (eco drainage), diantaranya :
1. Pembangunan jalan setapak dan saluran drainase permukiman yang terintegrasi dengan sumur-sumur resapan. Pembangunan dengan model ini memiliki 2 manfaat, yaitu pada musim hujan dapat meresapakan air limpasan hujan sehingga pada musim kemarau kita masih dapat memperbanyak cadangan air tanah.
2. Kegiatan ini telah dilakukan di beberapa RW, diantaranya di RW 08 Kelurahan Cibabat dan RW 12 Kelurahan Padasuka.
3. Pembangunan long storage (kolam retensi atau kolam detensi) di bawah jalan lingkungan. Untuk mendukung inovasi ini tahun 2018 ini sedang dilaksanakan kegiatan studi kelayakan pembangunannya di Kelurahan Cibeber dan Leuwigajah. Mudah-mudahan pembangunan konstruksinya akan dilaksanakan di tahun angggaran 2019.
Salah satu upaya untuk mengantisipasi dampak genangan dan banjir adalah dengan melakukan normalisasi saluran drainase, baik yang ada di jalan maupun di permukiman.
Untuk itulah, kegiatan penyuluhan ketentraman dan ketertiban bangunan liar perlu dilakukan untuk memulai suatu upaya sederhana namun mudah-mudahan dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap pengurangan dampak genangan dan banjir, yaitu melakukan pembersihan atau normalisasi saluran drainase di Jalan Pandai.