Loading...

Hazard Analysis & Critical Control Point (Haccp) Untuk Pelaku IKM Makanan Dan Minuman

Bambang S. 08 April 2022 1141 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

Menjelang pelaksanaan liberalisasi di sektor industri dan perdagangan, Menteri Perindustrian Dan Perdagangan pernah mengisyaratkan bahwa di masa mendatang industri pangan nasional akan menghadapi tantangan persaingan yang makin berat dan kendala yang dihadapi pun semakin besar.

Salah satu tantangan dan kendala utama yang dihadapi oleh industri pangan nasional tersebut adalah selain produk pangan yang dihasilkan harus bermutu juga ”aman” untuk dikonsumsi serta tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan terhadap kesehatan manusia.

Seperti kita ketahui bersama bahwa dewasa ini masalah jaminan mutu dan keamanan pangan terus berkembang sesuai dengan tuntutan dan persyaratan konsumen serta dengan tingkat kehidupan dan kesejahteraan manusia. Bahkan pada beberapa tahun terakhir ini, konsumen telah menyadari bahwa mutu dan keamanan pangan tidak hanya bisa dijamin dengan hasil uji pada produk akhir di laboratorium saja.

Salah satu konsep dan strategi untuk menjamin keamanan dan mutu pangan yang dianggap lebih efektif dan ”safe” serta telah diakui keandalannya secara internasional adalah sistem manajemen keamanan pangan hazard analysis & critical control point (HACCP).

Filosofi sistem HACCP ini adalah pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan berdasarkan pencegahan preventif (preventive measure) yang dipercayai lebih unggul dibanding dengan cara-cara tradisional (conventional) yang terlalu menekankan pada sampling dan pengujian produk akhir di laboratorium. Sistem haccp lebih menekankan pada upaya pencegahan preventif untuk memberi jaminan keamanan produk pangan.

Kontaminasi yang dapat dikendalikan HACCP adalah :

·       Fisik (metal, kaca, kayu dll)

·       Kimia (ozon, chlorine, lubricant, dll)

·       Biologi (bakteri, kapang, khamir, jamur, mold, virus)

Manfaat pelatihan HACCP secara umum bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pencegahan secara dini atau mengurangi kasus keracunan di masyarakat dan timbulnya penyakit yang disebabkan oleh makanan/pangan.

Jika ditinjau secara khusus, manfaat HACCP diterapkan untuk:
1. Menganalisa serta mampu mengevaluasi proses produksi makanan/bahan pangan sehingga bisa diketahui  potensi bahaya yang ditimbulkan

    2. Perbaikan secara terus menerus terhadap proses produksi makanan/bahan pangan dengan menitikberatkan kepada tahap-tahap proses tertentu atau mata rantai proses produksi yang dianggap kritis dan rawa bahaya. 3. Mampu memonitoring dan mengevaluasi penanganan cara dan proses pengolahan makanan serta menerapkan sistem sanitasi dalam memproduksi makanan yang benar dan

     4. Meningkatkan kepedulian seluruh kompenen yang terlibat baik bagi regulasi (pemerintah nasional/internasional), perusahaan produksi pangan/pengelolahan hasil pangan secara terintegrasi maupun mandiri terhadap keamanan pangan akan hasil pangan yang beredar dimasyarakat.

         Harapannya semua pihak dapat terus bekerjasama dengan kami guna memajukan pelaku usaha industri di Kota Cimahi dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan perekonomian Kota Cimahi melalui peningkatan daya saing usaha industri makanan dan minuman dengan pemenuhan keamanan dan mutu produk.