Loading...

Mau Tahu Laut Matinya Indonesia?

Administrator 13 Agustus 2018 37119 kali dilihat
Bagikan:
Mau Tahu Laut Matinya Indonesia?
Siapa tak kenal Laut Mati. Laut yang terdapat di daerah perbatasan antara  Israel, Palestina, dan Yordania ini terletak di darata. Jadi, sebenarnya Laut Mati bukanlah laut, melainkan sebuah danau. Uniknya, siapa pun yang berenang di tempat ini tidak akan tenggelam. Benda apa pun, termasuk manusia, tidak akan tenggelam di danau ini. Penyebabnya, kadar garam Laut Mati sangat tinggi, yaitu 33% atau kira-kira 8,6 kali lebih asin dari laut. 

Kadar garam yang tinggi ini menyebabkan flora dan fauna tifak dapat hidup di daerah ini. Jadi, tidak ada kehidupan di dalam atau di sekitar danau. Yang lebih menarik, danau ini dinamakan laut karena panjangnya mencapai 76 km dengan lebarn 16 km. Dengan ukuran yang demikian luas, layak kalau danau itu disebut laut. 

Keindahan alam dan keunikan Laut Mati membuat tempat ini menjadi sangat menarik mengunjunginya. Sayang, untuk ke sana tentu tidaklah mudah dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Tapi, jangan kecewa, di Indonesia ada juga tempat yang mempunyai karakteristik mirip dengan Laut Mati. 

Di mana Anda bisa menikmati suasana mirip Laut Mati di Indonesia? Jika berkunjung ke Nias Utara, di Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Anda akan menjumpai Pantai Tureloto. Pantai ini mempunyai pemandangan yang sangat indah. Air di pantai ini juga mengandung kadar garam yang lumayan tinggi sehingga para pengunjung bisa mengapung saat berada di atas air tersebut. Karena karakteristiknya mirip dengan Laut Mati, maka tempat ini mendapat julukan “Laut Mati-nya Indonesia”.

Di kawasan ini, Anda bisa menikmati pemandangan ikan dan gugusan karang indah di bawah air. Walaupun mengandung kadar garam yang cukup tinggi, tapi masih ada kehidupan di perairan Tureloto. Airnya juga jauh lebih hangat. Kedua hal inilah yang membedakan antara Pantai Tureloto dengan Laut Mati.

Dengan menggunakan perahu nelayan, Anda bisa mengelilingi batu-batu karang berbentuk pulau kecil yang berada di depannya. Ada juga lokasi spot diving yang layak dicoba para diver. Air laut yang tenang tanpa ombak dan jernih membuat Anda bisa melihat keseluruhan taman indah di bawah laut Pantai Tureloto. 

Di tepi pantai terdapat gugusan karang dengan beragam ukuran. Gugusan ini membentuk setengah lingkaran, mirip dengan otak manusia sehingga masyarakat menyebut “batu otak”. Gugusan karang ini membentang dan menahan besarnya ombak lautan yang menepi ke bibir pantai. Anda tidak perlu takut ombak akan menerjang saat berenang. Yang pasti, Anda tidak akan tenggelam. Pemandangan yang indah terbentuk sebagai akibat dari gempa dan tsunami yang pernah melanda pesisir Sumatera pada tahun 2004 lalu.

Di sini, Anda bisa juga menikmati matahari terbenam. Menjelang sore, berjemurlah di atas hamparan pasir putih dengan menghadap ke barat. Perlahan, warna jingga di langit akan berubah menjadi kelabu saat matahari mulai meninggalkan ufuknya. Keren sekali!

Saat siang hari, pemandangannya juga tak kalah menarik. Matahari yang terik membuat pemandangan di pantai ini dihiasi gradasi warna biru kehijauan, yang merupakan hasil perpaduan antara lautan dan langit yang membiru. 

Setelah lelah menikmati keindahan alam yang memesona, Anda bisa menyantap ikan bakar bumbu Nias yang bercita rasa asam gurih di pinggir pantai. Harganya pun relatif murah meriah, di bawah Rp100.000,00.

Nah, sekarang, jika Anda pernah bermimpi untuk bisa mengunjungi Laut Mati di Yordania sekarang tidak perlu pergi jauh. Pantai Tureloto di Nias Utara bisa menjadi alternatif yang bisa Anda kunjungi. (AH)

image source: http://traverse.id/wp-content/uploads/2018/02/Pantai-Tureloto-Kolam-Laut-Mati-di-Nias-Utara.jpg