Loading...

Kuota Raskin Cimahi tahun 2013 18.934 RTS

Administrator 04 Februari 2013 255 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

raskin CIMAHI,- Kuota beras untuk warga miskin di Kota Cimahi tahun 2013 menurun. Hal itu terkait pendanaan yang dilakukan pemerintah pusat dengan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Demikian yang terungkap dalam sosialisasi pagu raskin Kota Cimahi tahun 2013 di gedung Pusat Penelitian Pertanian Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (4/2). Sosialisasi dihadiri oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi, Bulog Subdivre Bandung, perwakilan kelurahan serta RW.
Pada tahun 2013, kuota raskin kota Cimahi mencapai jadi 18.934 RTS. Jumlah tersebut menurun dibanding periode Januari-Mei 2012 sebanyak 20.870 RTS dan Juni-Desember 2013 sebanyak 22.708 RTS. Tiap bulan masing-masing RTS mendapat jatah 15 kg, harganya mencapai Rp 1.600/kg.

Kasie Statistik Sosial BPS Kota Cimahi Dewi Mulyohadi mengatakan, data penerima raskin berasal dari hasil sensus pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang berlangsung tahun 2011 sebanyak 35.280 RT sebagai bagian dari 40% warga Cimahi yang kondisi ekonominya paling rendah. "Namun, jumlah kuota ditetapkan oleh TNP2K. Sehingga, kami tidak ada kewenangan menggantinya," ujarnya.
Selain itu, lanjut Dewi, penambahan kuota penerima manfaat raskin seperti tuntutan masyarakat tidak bisa dipenuhi. "Hasil sensus pun rahasia diatur undang-undang. Data penerima raskin sesuai sensus tidak bisa diganti atau diubah, kecuali ada program sensus yang baru," tuturnya.
Kepala Bulog Sub Divre Bandung Irwan Gunawan menyatakan, pihaknya memiliki cadangan raskin sampai 3 bulan ke depan di wilayah kerjanya. "Dari lima wilayah, Cimahi termasuk yang manajemen raskinnya terbaik. Bayar tepat waktu, penyaluran sampai akhir 2012 pun 100%," ujarnya.
Diakui Irwan, skema pembayaran dengan dana talangan dari Pemkot Cimahi patut diapresiasi. "Cimahi memiliki dana talangan selama program raskin berlangsung, dengan demikian masyarakat tidak terbebani harus membeli harga beras yang mahal karena raskin siap disalurkan," tuturnya.
Dengan kinerja penyaluran raskin yang cukup baik, Kota Cimahi termasuk 6 daerah terbaik se-Jawa Barat tahun 2012. Penerimaan penghargaan diterima langsung oleh Sekda Kota Cimahi Bambang Arie Nugroho di Gedung Sate Jln. Diponegoro Bandung. "Kuota ditetapkan pemerintah pusat lewat TNP2K. Penghargaan yang diraih Cimahi sebagai manajemen raskin terbaik disamping penyaluran 100%, tidak ada tunggakan," kata Kabag Administrasi Perekonomian Pemkot Cimahi Butje Maryun.
Diakui Butje, alokasi raskin baru memang menurun dibanding kuota sebelumnya. Saat ini penetapan penerima manfaat raskin dilakukan by name by address. (NF)