CIMAHI, (PR).- Penggunaan energi alternatif dari biogas cocok diterapkan di kalangan peternak sapi di Kota Cimahi. Hal itu sebagai upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak. Demikian diungkapkan Ketua Kelompok Tani Jaya Mandiri Uden Mulyadi (43) di kediamannya di Kp. Torobosan Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi. "Potensi kotoran sapi untuk bahan biogas sangat banyak, sangat bermanfaat kalau peternak mau mengaplikasikannya," ujarnya.
Penggunaan kotoran sapi yang diubah menjadi energi lewat mekanisme biogas menjadi satu solusi pengganti energi alam yang persediaannya semakin menipis dan sudah disosialisasikan pemerintah sejak tahun 90-an. Jumlah peternak dibawah binaan kelompok tani tersebut mencapai sekitar 200 KK.
Untuk memasang seperangkat instalasi biogas ukuran 3.000 liter, biayanya mencapai Rp 5 juta, untuk reaktor 6.000 liter biayanya dua kali lipat. Saat elpiji ukuran 3 kg masih sulit didapat, lanjut Uden, banyak masyarakat yang menyatakan tertarik memasang instalasi biogas karena cukup bermodal di awal pembuatan saja. "Namun, sekarang kan elpiji dan minyak tanah semakin mudah didapat. Jadi, peminatnya masih sedikit," katanya.
Keluarga Uden tetap bertahan menggunakan biogas. Diakuinya, penghematan biaya bahan bakar untuk memasak mencapai 50% daripada membeli elpiji.
"Saya sudah 6 tahun karena bermanfaat sekali, justru penghematan. Memang butuh waktu lebih lama untuk memasak, tapi tidak masalah. Saya malah takut pakai elpiji khawatir meledak," ujarnya. (NF)