
CIMAHI-Pemkot Cimahi berjanji untuk terus menekan terjadinya anak putus sekolah. Oleh karenanya, seluruh sekolah diminta untuk berkontribusi dalam pencegahan siswa drop out (DO).
Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan masyarakat yang menemukan adanya siswa yang putus sekolah dengan berbagai alasan harus segera melaporkannya pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat.
"Dengan prinsip kebersamaan semua komponen harus terlibat dalam menekan jumlah siswa yang putus sekolah apapun alasannya termasuk karena desaka ekonomi," katanya, kepada wartawan usai memimpin upacara Hardiknas tingkat Kota Cimahi, Kamis (2/5).
Selama masa pemerintahannya dirinya menginginkan agar para calon penerus bangsa tersebut terangsang untuk mau belajar agar tercipta generasi yang unggul dari daerah lainnya.
Menurutnya, Cimahi sendiri sedang membuat program khusus untuk menanggulangi anak putus sekolah dari keluarga tidak mampu dengan menggulirkan Program Keluarga Harapan. Program tersebut sudah diajukan kepada Kementerian Sosial.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cimahi jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ada di Kota Cimahi, berdasarkan data 2009 sebanyak 19.248 orang yang mencakup 27 jenis PMKS seperti anak jalanan, pengemis, gelandangan, penyandang cacat, wanita tuna sosial, penyalahgunaan narkoba, dan jenis lainnya.
Dan berdasarkan hasil validasi data pada 2012 jumlah PMKS berkurang menjadi 16.000 orang. Untuk itu, Cimahi mencanangkan 2014 bebas PMKS jalanan.(HA)