
CIMAHI- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi menyatakan sarana dan prasarana pendidikan bukan menjadi masalah utama dunia pendidikan di Cimahi. Tapi, persoalan kualitaslah yang tengah menjadi sorotan.
Kepala Disdikpora Kota Cimahi Eddy Junaedi mengatakan saat ini hampir 75% fasilitas pendidikan di Cimahi sudah memadai. Sisanya, secara perlahan pihaknya terus memperbaikinya.
"Makanya yang kita fokuskan pada tahun ini adalah peningkatan kualitas pendidikan dan aksesnya. Dengan kata lain, semua anak bangsa harus mengenyam pendidikan minimal sembilan," katanya, kepada wartawan usai memperingati Hardiknas di Komplek Pemkot Cimahi, Kamis (2/5).
Untuk meningkatkan kualitas, pihaknya mengandalkan efektivitas program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Adapun untuk perbaikan fisik, pihaknya tengah merehabilitasi 99 ruang kelas sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) baik negeri maupun swasta. Proyek rehab yang diperkirakan bisa menguras anggaran senilai Rp6,8 miliar lebih tersebut, telah melalui tahap proses memorandum of understanding (MoU) dengan pihak sekolah.
Diakuinya bahwa kualitas pembelajaran di sekolah sangat ditunjang dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah yang nyaman, misalnya kondisi ruang kelas yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikpora Kota Cimahi, dari 129 SD negeri dan swasta di Kota Cimahi, 199 ruang kelas dalam kondisi rusak berat dan 135 ruang kelas rusak ringan.(HA)