CIMAHI.- Sistem kearsipan yang diterapkan di sejumlah instansi pemerintahan di Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi terus meningkat. Terutama, ditunjang dengan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten melaksanakan sistem kearsipan tersebut.
Demikian disampaikan narasumber dari Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat, Rahmat Ripilita pada acara Focus Group Discussion bertema Sistem Kearsipan di aula gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Demang Hardjakusumah, Selasa (14/5). Pembicara lainnya adalah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cimahi Dantje Sunanda, ahli kearsipan Universitas Padjadjaran, Nunung Runiawati dan Nandang Alamsah.
Menurut Rahmat, sistem kearsipan yang ideal di antaranya memiliki kualitas keaslian dengan tingkat kepercayaan tinggi. Semua arsip teregistrasi dengan lengkap, disimpan, ditata dengan tertib dan benar.
Narasumber lain, Nunung Runiawati dari Unpad, menyatakan, secara umum permasalahan kearsipan Jawa Barat menyangkut prasarana dan sarana, kurangnya pelatihan bagi tenaga kearsipan dan keterbatasan anggaran.
"Sarana dan prasarana harus disesuaikan dengan standar kearsipan untuk pengelolaan arsip. Begitu juga pengelolanya harus ada pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan kearsipan," tandas Nunung.
Khusus tentang kondisi kearsipan di Kota Cimahi, diakui Nunung, sudah lebih baik, terutama dilihat dari SDM yang tersedia. Mereka terdiri dari lulusan strata SI-Diploma III, sampai tingkat SMA. (NF)