CIMAHI - Memasuki hari keempat puasa penjualan penganan buka puasa seperti kolang-kaling mulai menunjukan geliat meski tak sebesar penjualan tahun sebelumnya di sejumlah pasar di Kota Cimahi seperti Pasar Atas Baru (PAB) maupun Pasar Antri.
Salah seorang penjual kolang-kaling, Hani Indriani (34) mengaku dalam sehari dia bisa menjual satu kuintal dengan harga per kilonya Rp8.000. Volume barang yang dijualnya lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yang bisa menembus 2 kuintal.
"Memang turun, tapi lumayan aja suka ada yang beli. Saya beli ini dari pasar Caringin yang mungkin barangnya berasal Cililin Bandung Barat," kata Hani kepada Bisnis Jabar, Sabtu (13/7).
Menurut dia, dibangkan tahun lalu harga jualnya memang mengalami peningkatan sebesar Rp1.000 dari sebelumnya Rp7.000. Wajar, karena BBM dan tarif dasar listrik pun sudah lebih naik.
Seorang penjual lainnya di Pasar Antri, Asep Dedi mengangku pada Ramadan sebelumnya dalam sehari dia mampu menjual 80 kilogram, tapi saat ini ia hanya mampu menjual 60 kilogram.
Dirinya menduga merosotnya penjualan makanan yang hanya ada pada setiap bulan puasa itu lebih disebabkan karena menurunnya daya beli masyarakat.
“Sekarang itu harga daging ayam dan daging sapi saja naiknya sudah tinggi sekali. Kolang-kaling juga kan bukan makanan utama hanya tambahan saja jadi tidak terlalu dikejar,” ujarnya.
Untuk harga jual, Asep mengaku hanya memasang harga Rp9.000 per kilonya. Harga sebesar itu, naik Rp1.000 dibandingkan tahun sebelumnya.(HA