CIMAHI.- Sedikitnya 1.000 guru ngaji mendapat dana insentif dari Pemkot Cimahi. Insentif diberikan atas kontribusi guru ngaji terhadap program melek Alquran dan pembentukan karakter moral yang baik.
Pembagian dana insentif digelar di aula gedung A Kompleks Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Selasa (23/7).
Walikota Cimahi Atty Suharti mengatakan, kegiatan pemberian insentif bagi guru ngaji sudah rutin dilakukan selama 3 tahun terakhir. "Terutama, mewujudkan visi Cimahi kota Agamis," ujarnya.
Pada Selasa (23/7), pembagian dana insentif baru dibagikan untuk 447 guru ngaji. Untuk Rabu (34/7), sisa 553 guru ngaji akan kebagian jatah insentif. Disiapkan dana sebesar Rp 600 juta untuk insentif guru ngaji, tiap orang mendapat jatah Rp 600.000.
"Dengan kreativitas, diharapkan guru ngaji bisa melakukan penyebaran agama yang lebih inovatif dan informatif," tuturnya.
Hal serupa diungkapkan Asisten Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kota Cimahi Hendra W.Somantri. Pemberian dana insentif bagi guru ngaji diharapkan dapat mengoptimalkan peran dan fungsi guru ngaji dalam keberlangsungan pembangunan. "Dana dapat dibakal bekal bagi guru ngaji selaku tokoh di lingkungannya, untuk menyebarkan agama, sekaligus membantu pembangunan moral masyarakat Kota Cimahi," tuturnya.
Pemberian insentif dibarengi dengan program pencerahan bagi para guru mengaji. Materi yang diberikan yaitu "Urgensi Pembangunan Sanitasi Sebagai Pokok Perhatian Menuju Target MDG's 2015" dari Itoc Tochija.
Dengan begitu, diharapkan kualitas dan kapasitas guru mengaji mengalami peningkatan sehingga bisa membantu visi misi Kota Cimahi sebagai kota agamis. (NF)