CIMAHI.- Tingkat konsumsi obat yang tidak sesuai resep dokter termasuk obat warung, masih tergolong tinggi di Jawa Barat. Padahal, penggunaan obat yang tidak rasional bisa membahayakan kesehatan.
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Farmasi, Kosmetik, Alat Kesehatan dan Makanan Minuman Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Tati Nurhayati pada acara Sosialisasi Cara Penggunaan Obat bagi Kader Kesehatan dengan Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA) di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Selasa (20/8).
"Penyebab penggunaan obat tidak rasional pada masyarakat, khususnya di Jawa Barat, salah satunya karena masih tingginya biaya pelayanan kesehatan. Sehingga masyarakat membeli obat terbatas, meskipun pada akhirnya obat yang diminum tidak sesuai yang dianjurkan dokter," katanya.
Selain daya beli, hal tersebut juga disebabkan kurangnya pengetahuan dan sosialisasi tentang penggunaan obat yang baik dan benar. Akibatnya perilaku masyarakat dalam mendapatkan dan penggunaan obat, sering kurang sesuai dengan yang dianjurkan.
Kepala Seksi Farmasi Dinkes Kota Cimahi yang menjadi moderator dalam acara terebut, Ely Herlia, mengatakan, terkait kemungkinan banyaknya obat ilegal yang diperjualbelikan di warung atau toko obat, termasuk apotek, pihaknya selalu melakukan monitoring.
"Dalam monitoring obat tersebut, kami mengecek faktur obat, jangan sampai ada obat ilegal atau palsu," ujarnya. (NF)