CIMAHI.- Rajdhani Unnayan Kartripakkha (RAJUK) Capital Development Autority Dhaka-Bangladesh lakukan studi banding ke Kota Cimahi, Selasa (20/8). Terutama, mempelajari soal konsep permukiman di kawasan padat penduduk.
Rombongan dari RAJUK-Dhaka dipimpin oleh Nurul Huda M. Eng dan diterima langsung oleh Walikota Cimahi Atty Suharti di Aula Gedung A Kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi. Selain mendapat paparan soal konsep penataan permukiman bagi penduduk padat, rombongan Dhaka juga mendatangi lokasi rusunawa Leuwigajah.
Menurut pimpinan rombongan RAJUK-Dhaka, Nurul Huda M. Eng, pihaknya ingin tahu soal kebijakan Cimahi untuk rumah di kawasan padat penduduk. "Sama persoalannya dengan di Bangladesh, daerah padat penduduk dan banyak warga kurang mampu yang tidak memiliki hunian. Kami butuh masukan, agar bisa membuat kebijakan untuk menangani masalah tersebut," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Walikota Cimahi Atty Suharti mengakui permasalahan kependudukan dan permukiman yang padat juga terdapat di Cimahi. "Permasalahan hampir sama dengan Cimahi, mereka tertarik dengan konsep rusunawa. Karena itu, mereka sampai datang dua kali ke Cimahi untuk menggali informasi untuk menangani masalah kepadatan penduduk dan penyediaan permukiman," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan Pemkot Cimahi, diantaranya menyediakan rumah susun sEderhana sewa (rusunawa), rehabilitasi rumah tidak layak huni dengan swadaya masyarakat, serta berupaya menggandeng pihak swasta untuk menyediakan rusunami (rumah susun sederhana milik) dalam bentuk bangunan vertikal sehingga bisa menampung lebih banyak keluarga. (NF)