CIMAHI.- Sempat hilang dari pasaran akibat mogok berjualan, perajin tahu-tempe di Kota Cimahi mulai produksi lagi. Hal itu terjadi akibat pedagang tak kuat dengan beban produksi akibat harga kedelai terus melambung.
Seperti yang berlangsung di perajin tempe di RT 2 RW 3 Jln. Ibu Ganirah Kel. Cibeber Kec. Cimahi Selatan. Pemilik usaha tempe, Sutrimo, mengatakan, dirinya mulai berproduksi sejak Selasa (10/9).
"Masa inkubasi ragi agar jadi tempe kan 2-3 hari. Jadi, pas waktunya bisa jualan lagi saya sudah siap barang," ujarnya.
Dengan harga kedelai Rp 10.000/kg, dirinya pun tak bisa memaksakan jumlah produksi seperti normal. "Saya pertahankan pakai kedelai kualitas bagus meski mahal. Daripada pakai yang murah tapi banyak jagungnya, akan jelek kualitas tempenya," tuturnya.
Pedagang makanan yang menggunakan tahu-tempe sebagai bahan makanan kini mulai terkena imbas. "Stok tahu tempe sudah habis. Kalau kelamaan nyimpen juga basi," kata Ujang (32).
Dia berharap aksi mogok jualan tak lagi diperpanjang. "Yang beli menanti-nanti tahu dan tempe goreng. Mudah-mudahan pedagang mulai produksi lagi. Pemerintah juga harus bantu agar harga kedelai tak mahal lagi," ucapnya. (NF)