Loading...

Pelaksanaan Vaksinasi oleh Tim UPT Balai Benih Ikan Air Tawar dan Pusat Kesehatan Hewan Kota Cimahi

Administrator 17 September 2013 503 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

Pelaksanaan Vaksinasi oleh Tim UPT Balai Benih Ikan Air Tawar dan Pusat Kesehatan Hewan Kota CimahiFlu Burung (avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia. Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.

Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.

Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan.

Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.dan dicegah penyebarannya. Berikut adalah data kasus Flu Burung di Dunia :

  • Indonesia — 99 kasus dengan 79 kematian.

  • Vietnam — 93 kasus dengan 42 kematian.

  • Mesir — 34 kasus dengan 14 kematian.

  • Thailand — 25 kasus dengan 17 kematian.

  • Cina — 25 kasus dengan 16 kematian.

  • Turki — 12 kasus dengan 4 kematian.

  • Azerbaijan — 8 kasus dengan 5 kematian.

  • Kamboja — 7 kasus dengan 7 kematian.

  • Irak — 3 kasus dengan 2 kematian.

  • Laos — 2 kasus dengan 2 kematian.

  • Nigeria — 1 kasus dengan 1 kematian.

  • Djibouti — 1 kasus tanpa kematian.

Sama halnya dengan Rabies. Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila.

Untuk mengurangi menghilangkan kasus Flu Burung dan Rabies di Kota Cimahi, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian Kota Cimahi melalui UPT Balai Benih Ikan Air Tawar dan Pusat Kesehatan Hewan melakukan vaksinasi secara rutin ke beberapa lokasi di Kota Cimahi. Vaksinasi juga dilakukan kedaerah yang berbatasan dengan Kota Cimahi. Dengan demikian, angka kasus Flu Burung dan Rabies di Kota Cimahi semakin menurun. Namun, aktivitas rutin ini terus dilakukan sebagai langkah pencegahan kasus Flu Burung dan Rabies di Kota Cimahi, Tim Vaksinasi tidak menunggu hingga adanya laporan tentang kasus tersebut. Namun, bagi masyarakat yang melihat ada anjing, monyet atau kucing yang rabies dengan ciri-ciri :

  1. Tampak tidak sehat, gelisah, dan agresif

  2. Keluar air liur berlebihan dan lidah terjulur

  3. Suka menyendiri dan berada di tempat gelap

  4. Ekor ditekuk diantara kedua kaki belakang

  5. Menggigit apa saja yang ada disekitarnya, baik benda-benda maupun orang, bahkan pemilik anjing yang selama ini akrab dengannya.

  6. Takut cahaya (fotofobi)

  7. Tidak mau makan dan minum tapi merasa sangat haus

  8. Takut air (hidrofobi)

  9. Takut suara

Atau Hewan Ternak (unggas) yang ada miliki memiliki ciri-ciri :

  1. Jengger dan pial yang bengkak dan berwarna kebiruan

  2. Pendarahan yang rata pada kaki unggas berupa bintik-bintik merah (ptekhi) biasa disebut dengan kaki kerokan

  3. Adanya cairan di mata dan hidung serta timbul gangguan pernafasan

  4. Keluarnya cairan jernih hingga kental dari rongga mulut

  5. Timbulnya diare berlebih dan berwarna putih

  6. Cangkang telur lembek

  7. Tingkat Kematian yang tinggi mendekati 100% dalam 2 hari hingga 1 minggu

 

Segeralah melapor ke Kelurahan setempat, atau memberikan laporan via telepon ke Sekretariat UPT Balai Benih Ikan Air Tawar dan Pusat Kesehatan Hewan Kota Cimahi : (022)70880018.