CIMAHI.- Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco, setiap 2 Oktober pun ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Penetapan itu membuka wawasan dan optimisme pengrajin batik untuk tetap semangat membatik.
Peringatan Hari Batik di wilayah Pemkot Cimahi dilakukan dengan seruan menggunakan pakaian batik pada Rabu (2/10). Biasanya, setiap Kamis, seluruh PNS diwajibkan menggunakan pakaian batik terutama diimbau untuk berbatik khas Cimahi.
"Karena sekarang Hari Batik Nasional, jadi penggunaan pakaian batik tak dibatasi dengan hanya motif batik Cimahi saja," ujar Kasi UKM Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi Iyun S.M.
Jumlah pengrajin batik Cimahi terus bertambah. Di Cimahi, pengrajin batik khas Cimahi ada 3 UKM, yaitu Batik Anggraeni, Kampung Batik, dan Sekar Putri. Selain itu, terdapat 4 UKM yang menggunakan bahan kain bermotif batik Cimahi.
Terdapat lima corak batik Cimahi yang utama, yaitu Ciawitali (pohon bambu), ujang cakra(kesundaan), pusdik (artileri, persenjataan TNI), Cirendeu (daun singkong), dan Curug Cimahi (air terjun).
Iyun menyatakan, sosialisasi batik Cimahi akan ditingkatkan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik. "Bahkan, batik Cimahi selalu diikutsertakan dalam pameran mewakili Cimahi agar semakin dilestarikan," katanya. (NF)