CIMAHI.-
Menangani masalah kekurangan elpiji 3 kg, Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengecek kondisi di agen dan pangkalan. Operasi pasar gas elpiji 3 kg menjadi upaya untuk mencegah kenaikan harga oleh spekulan.
Kepala Diskopindagtan Kota Cimahi Huzen Rachmadi, menyatakan, sehubungan adanya kondisi kenaikan harga gas elpiji 3 kg di pasaran, Diskopindagtan Cimahi bersama Pertamina dan Hiswana melaksanakan operasi pasar gas. "Gas dijual sesuai HET, yaitu Rp 13.650/tabung," ujarnya.
Pelaksanaan operasi gas berlangsung di Kel. Melong, Kel. Leuwigajah, dan Kel. Utama. "Hasil operasi gas akan dievaluasi, apakah berpengaruh pada harga eceran atau tidak," tuturnya.
Kabid. Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata Diskopindagtan Kota Cimahi Tetty Megawati mengatakan, hasil monitoring lapangan, harga eceran berkisar Rp 15.000-16.000/tabung.
"Memang ada keluhan dari masyarakat soal harga kelewat mahal. Namun, hasil monitoring tidak sampai seharga yang dilaporkan. Namun, kami tidak biarkan dan akan ditindaklanjuti segera," tuturnya.
Pada saat libur panjang, pasokan elpiji biasanya menurun drastis dan kondisi itu menyebabkan kekurangan di masyarakat. "Kita biasanya sudah antisipasi dengan koordinasi ke Pertaminan untuk menambah pasokan," katanya.
Jika data dari Pertamina sudah lengkap, Diskopindagtan Kota Cimahi akan cek ke agen bermasalah. "Kami harap, agen-agen yang ada memprioritaskan penyediaan stok elpiji untuk masyarakat Cimahi," ujarnya. (NF)