CIMAHI - Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dialami para calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cimahi, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) melakukan upaya pengawasan sebelum dan sesudah pemberangkatkan.
Kepala Dinsosnakertrans Kota Cimahi Beny Bachtiar mengatakan, upaya yang dilakukan guna mengantisipasi mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan terhadap para TKI, pihaknya melakukan pengecekan kejelasan alamat tempatnya tinggalnya.
"Pengawasan dilakukan di tempat bekerjanya jangan sampai mereka jadi korban majikan atau menyimpang dari tujuan awal dengan bergabung dengan organisasi yang dilarang pemerintah," katanya, kepada pewarta, Kamis (19/3/2015)
Selain terus melakukan pengecekan, lanjut Beni, pihaknya selalu melakukan perjanjian dengan penyalur tenaga kerjanya. Dengan begitu jika terjadi hal yang tidak diinginkan, penyalur tenaga kerja harus bertanggung jawab.
Dikatakan Beni, pada tahun ini jumlah warga yang direstui menjadi 'pahlawan devisa' hanya dua orang. Sementara tahun sebelumnya hanya memberangkatkan 3 orang.
"Negara tujuan sebelumnya Timur Tengah, sekarang lebih fokus ke negara yang ada di ASIA," paparnya.(ha)