Loading...

Cimahi Terlibat Dalam Indeks Kota Cerdas

Administrator 24 Maret 2015 290 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI - Kota Cimahi menjadi bagian dari 97 kota lainnya yang akan terlibat dalam penilaian Indeks Kota Cerdas 2015. Indeks kota tersebut diluncurkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015 bertujuan untuk memberikan masukan tentang perlunya pengukuran, sehingga dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk mengambil keputusan dalam pelayanan kota.

Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung Suhono Supangkat menjelaskan, beberapa dekade lalu, banyak kota di Indonesia masih nyaman dijadikan tempat tinggal. Sekarang, jumlah penduduk dan kendaraan meningkat pesat.

Secara global, penduduk dunia sekarang ini sekitar 7 miliar jiwa, separuhnyai hidup di perkotaan. Pada 2050 diperkirakan sebanyak 9,6 miliar orang hidup di kota.

Sementara itu pada 2025, diperkirakan 57% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Peningkatan jumlah penduduk ini membuat kebutuhan sumber daya di kota meningkat, baik itu transportasi, energi, pengelolaan sampah, maupun lingkungan. Atas dasar itu, kota
memerlukan pengelolaan yang lebih baik.

"Untuk memperbaiki kehidupan di kota, muncul gagasan kota hijau (green city). Gagasan ini utamanya untuk mengatasi pencemaran udara kota akibat asap kendaraan bermotor dan polusi pabrik," katanya.

Dalam perkembangannya, para ahli perencanaan kota melihat green city tidaklah cukup. Dibutuhkan sebuah kota layak huni. Smart city merupakan kota yang menempatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu dengan cepat mengetahui persoalan di lapangan.

Untuk bisa mengetahui apa saja permasalahan yang ada dalam lingkup kota yang tengah dibangun, konsep smart city alias kota cerdas dipandang sebagai pendekatan yang paling tepat saat ini.‎

"Kota cerdas atau smart city, merupakan kota yang memiliki teknologi informasi dan komunikasi tinggi untuk membantu mengetahui persoalan di lapangan," ujarnya (ha)