Loading...

Lahan Kritis Akan Direkayasa

Administrator 01 Desember 2015 210 kali dilihat
Bagikan:
Lahan Kritis Akan Direkayasa
CIMAHI - Kantor Lingkungan Hidup Kota Cimahi akan merekayasa lahan kritis di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara dengan membuat bangunan tembok penahan tebing atau kirmir.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Cimahi, M. Ronny menuturkan, saat ini di Cimahi setidaknya ada 400 hektar lebih atau sekitar 10% dari luas wilayah di Kota Cimahi terindikasi kritis. Lahan kritis  mayoritas terdapat di Kecamatan Cimahi Utara yang memiliki struktur tanah yang cukup curam.

"Setelah dibuatkan kirmir nanti akan kami tanami pohon, kalau tidak sangat kritis. Kalau sangat kritis tentu saja harus rekayasa teknis seperi kirmir," katanya, kepada pewarta, Selasa (1/12).

Dia menjelaskan, karena kontur tanah di Cipageran itu sangat labil, maka pihaknya sudah mencoba menggunakan tembok penahan, tetapi itupun tidak tahan lama. Kawasan kritis seperti itu harus dengan rekasaya teknis dan harus bekerjasama dengan pihak lain. 

Untuk tekstur tanah yang rawan longsor, akan dilakukan penanaman longsor, tapi itupun jika struktur tanahnya tahan lama. Apabila struktur tanahnya rapuh, tentu saja tidak bisa ditanami pohon. 

"Kalau yang diperkirakan itu masih tahan lama, kita tanami pohon supaya struktur tanahnya bisa kuat. Tapi kalau strukturnya sangat rapu tanah itu pohon ditanami langsung kan ga bisa, makannya dengan teknik," ujarnya.

Selain struktur tanah yang curam, lahan kritis yang ada di Cimahi adalah kawasan yang mempunyai aliran sungai seperti di kawasan Sukawargi. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas PU untuk segera melakukan penataan di kawasan yang memiliki aliran sungai.

"Sepanjang aliran sungai kita coba untuk pembebasan lahan nah itu oleh PU," ujar Ronny (ha)