Loading...

Pendataan Kasus TBC Ditingkatkan

Administrator 01 Maret 2016 624 kali dilihat
Bagikan:
Pendataan Kasus TBC Ditingkatkan
CIMAHI.- Angka prevalensi kasus tuberculosis (TBC) meningkat seiring dengan peningkatan peringkat kasus TBC Indonesia di tingkat internasional. Penjangkauan penderita TBC perlu ditingkatkan secara optimal sehingga segera mendapat penanganan medis.
Demikian diungkapkan Ketua Persatuan Pemberantas Tuberculosis Indonesia (PPTI) Kota Cimahi dr. Zakaria, dalam Musyawarah Kerja PPTI Kota Cimahi di aula gedung B Kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (29/2/2016). 
"Target kerja di tahun 2016 terutama membantu Pemkot Cimahi mendata terduga TBC. Peringkat Indonesia pada kasus TBC dari semula ke-4 naik menjadi ke-2 secara internasional, sehingga potensi kenaikan kasus TBC di masyarakat sangat tinggi," ujarnya.
Pada tahun 2015, angka prevalensi kasus TBC di Kota Cimahi mencapai 107 kasus positif TBC/100.000 jiwa penduduk. Untuk tahun ini, angka prevalensi meningkat jadi 252 kasus/100.000 jiwa penduduk.
"Dengan target lama, cakupan pendataan baru bisa mencapai sekitar 70%, kalau target dua kali lipat maka tugas untuk menjangkau kasus TBC baru harus kerja keras," ucapnya.
Jumlah kader pendamping minum obat (PMO) sekitar 300 orang. Dengan target penjangkauan naik, kader harus blusukan ke daerah masing-masing mencari penderita terduga TBC. "Kalau kita menemukan lebih banyak penderita TB dan sesuai target itu akan lebih baik karena mereka perlu ditangani secara medis dan didampingi. Karena penyakit ini menular, setiap penderita TB bisa menyebarkan kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya," paparnya.
Hal serupa diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi Fitriani Manan. Dengan jumlah penduduk kota Cimahi mencapai 600 ribu jiwa, pihaknya harus menemukan kasus BTA (bakteri tahan asam) sebanyak 625 orang.
Diakui Fitri, salah satu kendala mengatasi penyakit TBC disebabkan oleh ketidakterbukaan penderita penyakit tersebut.
"Salah satu gerakannya adalah, kami akan lebih aktif dalam mencari orang yang terjangkit penyakit tersebut. Masih banyak penderita TBC yang belum ditemukan, dan ini menjadi tanggung jawab bersama," pungkasnya. (RR)