Loading...

Jemput Bola Balita Demi Sukseskan PIN Polio

Administrator 01 Maret 2016 188 kali dilihat
Bagikan:
Jemput Bola Balita Demi Sukseskan PIN Polio
CIMAHI.- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi akan melakukan aksi jemput bola terhadap Bayi Lima Tahun (Balita) saat pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan berlangsung tanggal 8 hingga 15 Maret 2016 mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengentaskan polio pada generasi mendatang.
Menurut Sekretaris Dinkes Kota Cimahi Fitriani Manan, jemput bola akan dilakukan oleh petugas puskesmas dengan mendatangi rumah-rumah warga. "Setelah pelaksanaan serentak tanggal 8 Maret, yang belum diimunisasi atau yang tidak datang akan di sweeping. Ada waktu jemput bola sampai 15 maret 2016," ungkap Fitriani Manan saat ditemui di Kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (29/2/2016).
Menurut Fitriani, tindakan jemput bola dengan mendatangi rumah penduduk dilakukan untuk mengantisipasi bagi orangtua yang memiliki balita namun tidak mau mengimunisasi balitanya atau yang tidak sempat membawa anaknya ke pos pelayanan PIN yang tersedia.
"Karena dikhawatirkan jika balita tidak diimunisasi daya tahan tubuhnya akan melemah, sehingga rawan datang penyakit, terutama penyakit polio," jelasnya.
Pada pelaksaaan PIN tahun ini, Pemkot Cimahi menargetkan 53.200 Balita berusia 0 hingga 59 bulan, bisa mendapatkan imunisasi antipolio pada PIN Polio yang akan dilaksanakan tanggal 8 hingga 15 Maret 2016 mendatang.
"Untuk Pos PIN, rencananya selain disebar di seluruh posyandu, puskesmas dan rumah sakit, kami juga akan menambah sejumlah Pos PIN di tempat keramaian, seperti terminal, pasar, swalayan dan mall," terangnya.
Fitriani mengemukakan, PIN sangat penting dilakukan untuk memberantas penyakit Polio. Imuninasi merupakan pencegahan yang paling efektif dalam mencegah kematian dan kecacatan akibat berbagai virus penyakit, salah satunya virus polio.
"Imunisasi penting dan harus diberikan kepada seluruh balita di Kota Cimahi karena manfaatnya bisa dirasakan, baik jangka pendek, maupun jangka panjang, serta dapat mengurangi biaya kesehatan. Anak akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik, daripada anak yang tidak diimunisasi, mereka lebih rentan terhadap berbagai serangan penyakit," terangnya
Selain mencegah polio, imunisasi ini bermanfaat untuk mencegah virus penyakit lainnya, seperti tetanus, TBC, hepatitis, meningitis, dan pneumonia. "Untuk itu kami mengimbau agar seluruh orang tua membawa anak-anaknya ke Pos PIN, jangan sampai ketinggalan," imbuhnya.
"Kami akan berupaya seluruh balita usia 0-59 bulan dipastikan mengikuti PIN. Para orang tua tidak perlu khawatir, imunisasi polio ini aman," katanya.
Tahun ini, lanjut Fitriani, pihaknya menargetkan 100 persen bayi diimunisasi. Karena itu, ia mengingatkan kader Posyandu atau petugas untuk melakukan sweeping bila ada balita yang terlewat atau tidak datang ke pos PIN.
" Sebelumnya kita beri tahu ke aparat RT/RW agar warga yang memiliki balita membawanya ke pos PIN karena ini gratis," tuturnya.
Oleh karenanya, semua elemen di wilayah lebih proaktif dalam pemberian pengetahuan kepada masyarakat, akan pentingnya imunisasi bagi anak balita.
Seperti diketahui, polio jadi salah satu penyakit menakutkan bagi para orangtua yang memiliki balita, karena penyakit tersebut biasanya menyerang anak usia di bawah lima tahun dan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. (RR)