CIMAHI.- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi akan melakukan aksi
jemput bola terhadap Bayi Lima Tahun (Balita) saat pelaksanaan Pekan
Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan berlangsung tanggal
8 hingga 15 Maret 2016 mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengentaskan polio pada generasi mendatang.
Menurut
Sekretaris Dinkes Kota Cimahi Fitriani Manan, jemput bola akan
dilakukan oleh petugas puskesmas dengan mendatangi rumah-rumah
warga. "Setelah pelaksanaan serentak tanggal 8 Maret, yang belum
diimunisasi atau yang tidak datang akan di sweeping. Ada waktu jemput
bola sampai 15 maret 2016," ungkap Fitriani Manan saat ditemui di
Kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (
29/2/2016).
Menurut
Fitriani, tindakan jemput bola dengan mendatangi rumah penduduk
dilakukan untuk mengantisipasi bagi orangtua yang memiliki balita namun
tidak mau mengimunisasi balitanya atau yang tidak sempat membawa anaknya
ke pos pelayanan PIN yang tersedia.
"Karena dikhawatirkan jika
balita tidak diimunisasi daya tahan tubuhnya akan melemah, sehingga
rawan datang penyakit, terutama penyakit polio," jelasnya.
Pada
pelaksaaan PIN tahun ini, Pemkot Cimahi menargetkan 53.200 Balita
berusia 0 hingga 59 bulan, bisa mendapatkan imunisasi antipolio pada PIN
Polio yang akan dilaksanakan tanggal 8 hingga 15 Maret 2016 mendatang.
"Untuk
Pos PIN, rencananya selain disebar di seluruh posyandu, puskesmas dan
rumah sakit, kami juga akan menambah sejumlah Pos PIN di tempat
keramaian, seperti terminal, pasar, swalayan dan mall," terangnya.
Fitriani
mengemukakan, PIN sangat penting dilakukan untuk memberantas penyakit
Polio. Imuninasi merupakan pencegahan yang paling efektif dalam mencegah
kematian dan kecacatan akibat berbagai virus penyakit, salah satunya
virus polio.
"Imunisasi penting dan harus diberikan kepada seluruh
balita di Kota Cimahi karena manfaatnya bisa dirasakan, baik jangka
pendek, maupun jangka panjang, serta dapat mengurangi biaya kesehatan.
Anak akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik, daripada anak yang
tidak diimunisasi, mereka lebih rentan terhadap berbagai serangan
penyakit," terangnya
Selain mencegah polio, imunisasi ini bermanfaat
untuk mencegah virus penyakit lainnya, seperti tetanus, TBC, hepatitis,
meningitis, dan pneumonia. "Untuk itu kami mengimbau agar seluruh orang
tua membawa anak-anaknya ke Pos PIN, jangan sampai ketinggalan,"
imbuhnya.
"Kami akan berupaya seluruh balita usia 0-59 bulan
dipastikan mengikuti PIN. Para orang tua tidak perlu khawatir, imunisasi
polio ini aman," katanya.
Tahun ini, lanjut Fitriani, pihaknya
menargetkan 100 persen bayi diimunisasi. Karena itu, ia mengingatkan
kader Posyandu atau petugas untuk melakukan sweeping bila ada balita
yang terlewat atau tidak datang ke pos PIN.
" Sebelumnya kita beri tahu ke aparat RT/RW agar warga yang memiliki balita membawanya ke pos PIN karena ini gratis," tuturnya.
Oleh
karenanya, semua elemen di wilayah lebih proaktif dalam pemberian
pengetahuan kepada masyarakat, akan pentingnya imunisasi bagi anak
balita.
Seperti diketahui, polio jadi salah satu penyakit menakutkan
bagi para orangtua yang memiliki balita, karena penyakit tersebut
biasanya menyerang anak usia di bawah lima tahun dan bisa menyebabkan
kelumpuhan permanen. (RR)