CIMAHI.- Pemerintah
Kota Cimahi membentuk Tim Sosialisasi Air Limbah yang turut menggandeng
unsur kader masyarakat. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan sambungan
rumah (SR) ke instalasi pembuangan air limbah (IPAL) Komunal.
Pada Rabu (
2/3/2016), kader masyarakat mendapat pelatihan di gedung Aula B Kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu (
2/3/2016).
Mereka diberi pemahaman terkait pengelolaan limbah domestik yang baik
dan dampaknya jika tidak diolah dan langsung dibuang ke badan air.
Asisten
Daerah bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Cimahi Benny Bachtiar
mengatakan, dalam kaitan pelayana sanitasi di Kota Cimahi baru mencapai
68,17%. "Masih banyak penduduk yang belum mengolah air limbah
domestiknya. Sehingga, pencemaran masih tinggi," ujarnya.
Cimahi
sudah memiliki 7 unit IPAL skala lingkungan, namun SR masih rendah.
Minimnya pemahaman masyarakat terkait manfaat pengelolaan air limbah
domestik mempengaruhi cakupan IPAL tersebut.
"Dengan
dilibatkan masyarakat sebagai tim sosialisasi, mereka bisa meningkatkan
kesadaran dan mengajak masyarakat lain untuk memanfaatkan IPAL yang
sudah terbangun untuk mengurangi pencemaran lingkungan," tuturnya.
Terwujudnya
kawasan permukiman yang bersih dan sehat untuk Kota Cimahi bukan
mustahil tercapai jika tiap pemangku kepentingan saling bersinergi
didukung partisipasi masyarakat dan kontribusi pemerintah.
"Sinergi
ini bisa ditingkatkan lewat pemanfaatan optimal IPAL yang sudah
terbangun sehingga bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah
rumah tangga," pungkasnya.
Andrew
McLernon selaku Team Leader konsultan program hibah sanitasi bantuan
Australia (Sanitasi-Australia Indonesia Infrastructure Grants for
Sanitation/sAIIG) mengakui pemenuhan target SR pada IPAL Komunal di Kota
Cimahi belum optimal. "Maka butuh kerjasama berbagai pihak," katanya.
Pembentukan
tim sosialisasi air limbah beranggotakan masyarakat, dengan demikian
mereka bisa melakukan penyadaran dan mengajak warga lain melakukan
sambungan ke IPAL yang sudah terbangun.
"Jika tim di Cimahi sukses,
maka bisa jadi percontohan (pilot project) bagi daerah lain. Pengelolaan
air limbah domestik merupakan tantangan besar, kesuksesan butuh
partisipasi masyarakat," ungkapnya.
Andrew menilai, Pemkot Cimahi
cukup responsif atas jumlah SR yang belum mencapai target. "Pemkot
Cimahi sudah kerja keras dan selayaknya dapat dukungan," pungkasnya.
(RR)