Loading...

Masyarakat Dilibatkan Dalam Tim Sosialisasi Air Limbah

Administrator 03 Maret 2016 401 kali dilihat
Bagikan:
Masyarakat Dilibatkan Dalam Tim Sosialisasi Air Limbah
CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi membentuk Tim Sosialisasi Air Limbah yang turut menggandeng unsur kader masyarakat. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan sambungan rumah (SR) ke instalasi pembuangan air limbah (IPAL) Komunal.
Pada Rabu (2/3/2016), kader masyarakat mendapat pelatihan di gedung Aula B Kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu (2/3/2016). Mereka diberi pemahaman terkait pengelolaan limbah domestik yang baik dan dampaknya jika tidak diolah dan langsung dibuang ke badan air.
Asisten Daerah bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Cimahi Benny Bachtiar mengatakan, dalam kaitan pelayana sanitasi di Kota Cimahi baru mencapai 68,17%. "Masih banyak penduduk yang belum mengolah air limbah domestiknya. Sehingga, pencemaran masih tinggi," ujarnya.
Cimahi sudah memiliki 7 unit IPAL skala lingkungan, namun SR masih rendah. Minimnya pemahaman masyarakat terkait manfaat pengelolaan air limbah domestik mempengaruhi cakupan IPAL tersebut. 
"Dengan dilibatkan masyarakat sebagai tim sosialisasi, mereka bisa meningkatkan kesadaran dan mengajak masyarakat lain untuk memanfaatkan IPAL yang sudah terbangun untuk mengurangi pencemaran lingkungan," tuturnya.
Terwujudnya kawasan permukiman yang bersih dan sehat untuk Kota Cimahi bukan mustahil tercapai jika tiap pemangku kepentingan saling bersinergi didukung partisipasi masyarakat dan kontribusi pemerintah.
"Sinergi ini bisa ditingkatkan lewat pemanfaatan optimal IPAL yang sudah terbangun sehingga bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah rumah tangga," pungkasnya.
Andrew McLernon selaku Team Leader konsultan program hibah sanitasi bantuan Australia (Sanitasi-Australia Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation/sAIIG) mengakui pemenuhan target SR pada IPAL Komunal di Kota Cimahi belum optimal. "Maka butuh kerjasama berbagai pihak," katanya.
Pembentukan tim sosialisasi air limbah beranggotakan masyarakat, dengan demikian mereka bisa melakukan penyadaran dan mengajak warga lain melakukan sambungan ke IPAL yang sudah terbangun.
"Jika tim di Cimahi sukses, maka bisa jadi percontohan (pilot project) bagi daerah lain. Pengelolaan air limbah domestik merupakan tantangan besar, kesuksesan butuh partisipasi masyarakat," ungkapnya.
Andrew menilai, Pemkot Cimahi cukup responsif atas jumlah SR yang belum mencapai target. "Pemkot Cimahi sudah kerja keras dan selayaknya dapat dukungan," pungkasnya. (RR)