CIMAHI - Dinas Kesehatan Kota Cimahi menyosialiasikan Deteksi Kanker
Rahim dan Payudara tingkat Kota Cimahi di Aula Kec. Tengah, Jl. Terusan,
Senin (4/4/2016), sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan yang
akan diadakan di tingkat Kecamatan.
Walikota Cimahi Atty Suharti
mengatakan, kegiatan tersebut sebagai ungkapan kebersamaan diantara kita
untuk menjadi lebih sehat terhindar dari kanker dan memperoleh
informasi tentang bahaya kanker yang bukan hanya untuk kita sendiri
tapi akan dibagikan kepada orang lain sebagai niatan ibadah untuk
menebarkan kebaikan sesama rakyat Cimahi agar hidup sehat.
Atty
pun mengajak warga masyarakat untuk bersama mencegah kesakitan,
kecacatan, dan kematian akibat kanker melalui upaya meningkatkan
kesadaran dan pendidikan tentang kanker.
"Kita harus memilki
kewaspadaan ini sesuai tema Hari Kanker Sedunia menyampaikan tema Kita
Bisa, Saya Bisa We can, I can yang bermaksud untuk menyebarkan pesan
bahwa semua pihak mampu untuk melakukan pencegahan sebagai upaya
memerangi kanker," kata Atty.
Bedasarkan data yang ada, 8,2 juta
orang meninggal setiap tahun akibat kanker di seluruh dunia, dengan 4
juta diantaranya meninggal prematur (usia 30-69 tahun). Angka ini setiap
tahunnya meningkat dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 11,5
juta jiwa.
Sedangkan angka kasus baru kanker juga meningkat dari
12,7 juta orang tahun 2008, menjadi 14,1 juta orang tahun 2012 dan
diperkirakan menjadi 19,3 juta orang tahun 2025 dan berdasarkan
penelitian kejadian ini akan terjadi lebih cepat di negara miskin dan
berkembang.
Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker juga cukup
tinggi. berdasarkan data riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2013,
prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk, atau
sekitar 347.000 orang.
Kanker tertinggi di Indonesia para
perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Sedangkan pada
laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal.