CIMAHI.-Sebanyak 12 atlet Paralympic Kota Cimahi secara resmi
dilepas oleh Wali Kota Cimahi Atty Suharti di aula gedung B Kompleks
Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (
16/5/2016).
Para pelajar penyandang disabilitas tersebut siap bertanding dalam
Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) tingkat Jawa Barat 2016.
Kontingen
yang dikirimkan sebanyak 20 orang, terdiri dari 12 orang atlet ditambah
8 orang pelatih dan official. Mereka akan mengikuti 5 cabang olahraga
yaitu atletik, renang, catur, bulutangkis, dan tenis meja. Mereka
bersekolah di SLB, terdiri dari penderita tuna rungu, tuna wicara, dan
tuna grahita.
Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, tiap tahun
Kota Cimahi selalu berpartisipasi dalam ajang tersebut. "Tahun lalu
sampai menembus peringkat 3 besar. Besar harapan kami bisa ditingkatkan
mininal dipertahankan sehingga bisa membawa nama harum Kota Cimahi,"
ujarnya.
Apalagi, kepengurusan National Paralympic Committe Indonesia
(NPCI) Kota Cimahi sudah terpisah dari KONI Kota Cimahi. "Ini hasil
pembinaan dan pelatihan NPCI. Semoga atlet kita ada yang tembus sampai
tingkat nasional," katanya.
Atty menilai mengatakan anak-anak
disabilitas adalah aset pemerintah daerah yang harus diperhatikan.
Kekurangan fisik tidak membuat mereka berkecil hati, justru semakin
semangat.
"Dengan keterbatasan malah mereka bisa menginspirasi pelajar lainnya untuk berprestasi," ungkapnya.
Atty
menjanjikan bentuk penghargaan dan apresiasi bagi atlet paralympic yang
berprestasi. Nilainya terpisah dari bantuan dana bantuan sosial
(bansos) yang diberikan tiap tahunnga.
Atty menilai, bansos patut
diberikan kepada NPCI Kota Cimahi karena cabor untuk paralympic memiliki
status yang sama dengan cabor lain.
"Nilainya tahun ini Rp 40 juta,
memang masih terbatas. Tahun kemarin agak besar karena ada tambahan
penghargaan. Keterbatasan anggaran bukan alasan tapi harus silaturahmi
dalam pwmbinaan justru jadi semangat bersama mencari jalan keluar,"
katanya.
Ketua Kontingen Kota Cimahi Ahmad Junaedi mengatakan, dengan
peringkat yang dicapai tahun lalu pihaknya berharap bisa meningkatkan
prestasi. "Target ya naik peringkat,"ujarnya.
Diakui Ahmad, kendala dalam pembinaan terutama sarana prasarana pasti dialami apalagi bagi cabor paralympic.
"Kendala
soal sarana prasana tetap ada tapi tidak terlalu menganggu. Sudah kami
lakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu," imbuhnya.
Soal
perhatian pemerintah, lanjutnya, meski nilainya tak besar tapi cukup
membantu. "Sudah lumayan. Mudah-mudahan cukup untuk kegiatan kami selama
setahun," pungkasnya. (RR)