Loading...

Siswa Difabel Wakili Cimahi Pada Ajang Peparpeda Jabar 2016

Administrator 17 Mei 2016 119 kali dilihat
Bagikan:
Siswa Difabel Wakili Cimahi Pada Ajang Peparpeda Jabar 2016
CIMAHI.-Sebanyak 12 atlet Paralympic Kota Cimahi secara resmi dilepas oleh Wali Kota Cimahi Atty Suharti di aula gedung B Kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (16/5/2016). Para pelajar penyandang disabilitas tersebut siap bertanding dalam Pekan  Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) tingkat Jawa Barat 2016.
Kontingen yang dikirimkan sebanyak 20 orang, terdiri dari 12 orang atlet ditambah 8 orang pelatih dan official. Mereka akan mengikuti 5 cabang olahraga yaitu atletik, renang, catur, bulutangkis, dan tenis meja. Mereka bersekolah di SLB, terdiri dari penderita tuna rungu, tuna wicara, dan tuna grahita.
Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, tiap tahun Kota Cimahi selalu berpartisipasi dalam ajang tersebut. "Tahun lalu sampai menembus peringkat 3 besar. Besar harapan kami bisa ditingkatkan mininal dipertahankan sehingga bisa membawa nama harum Kota Cimahi," ujarnya.
Apalagi, kepengurusan National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kota Cimahi sudah terpisah dari KONI Kota Cimahi. "Ini hasil pembinaan dan pelatihan NPCI. Semoga atlet kita ada yang tembus sampai tingkat nasional," katanya.
Atty menilai mengatakan anak-anak disabilitas adalah aset pemerintah daerah yang harus diperhatikan. Kekurangan fisik tidak membuat mereka berkecil hati,  justru semakin semangat.
"Dengan keterbatasan malah mereka bisa menginspirasi pelajar lainnya untuk berprestasi," ungkapnya.
Atty menjanjikan bentuk penghargaan dan apresiasi bagi atlet paralympic yang berprestasi. Nilainya terpisah dari bantuan dana bantuan sosial (bansos) yang diberikan tiap tahunnga.
Atty menilai, bansos patut diberikan kepada NPCI Kota Cimahi karena cabor untuk paralympic memiliki status yang sama dengan cabor lain.
"Nilainya tahun ini Rp 40 juta, memang masih terbatas. Tahun kemarin agak besar karena ada tambahan penghargaan. Keterbatasan anggaran bukan alasan tapi harus silaturahmi dalam pwmbinaan justru jadi semangat bersama mencari jalan keluar," katanya.
Ketua Kontingen Kota Cimahi Ahmad Junaedi mengatakan, dengan peringkat yang dicapai tahun lalu pihaknya berharap bisa meningkatkan prestasi. "Target ya naik peringkat,"ujarnya.
Diakui Ahmad, kendala dalam pembinaan terutama sarana prasarana pasti dialami apalagi bagi cabor paralympic.
"Kendala soal sarana prasana tetap ada tapi tidak terlalu menganggu. Sudah kami lakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu," imbuhnya.
Soal perhatian pemerintah, lanjutnya, meski nilainya tak besar tapi cukup membantu. "Sudah lumayan. Mudah-mudahan cukup untuk kegiatan kami selama setahun," pungkasnya. (RR)