CIMAHI- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan melakukan Pembinanan Kepada para peadagang dan pembuat pembuat Pangan Jajanan anak-anak Sekolah (PJAS), di Aula Pussen Arhanud, Jl. Sriwaja No. 1, Cimahi Tengah, Kamis (26/05/2016).
.World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 telah menghimbau seuruh dunia dengan pencanangan konsep sekolah sehat, atau sekolah yang mempromosikan kesehatan (health promoting school) agar anak anak sedunia sehat saat ini dan masa yang akan datang.
Di Indonesia program kesehatan dunia tersebut ditindak lanjuti dengan kegiatan pengawasan PJAS secara khusus telah gagas oleh badan POM sejak tahun 2004 dan harus dilaksanakan oleh pemda-pemda dengan seluruh komponennya seperti kepala sekolah dan dinas.
Data pengawasan pengawasan jajanan anak sekolah tahun 2009 s/d 2013 menunjukan rata-rata sekitar 33% PJAS yang diuji sampelnya tidak memenuhi syarat (TMS);
permasalahan yang kerap dijumpai pada PJAS disebabkan oleh penyalahgunaan bahan berbahaya (serta cemaran mikroba, logam berat dan bahan tambahan pangan (BTP) yang ter cemar mikroba, yang dapat mengakibatkan keracunan pangan bagi konsumennya;
“kami meyakini, kejadian tersebut, bukanlah disengaja namun kurangnya pemahaman pengetahuan tentang bahan makanan dan proses buat serta zat zat yang menarik padahal bahaya,” ujar Walikota Cimahi Atty Suharti kepada peserta pembinaan
Atty Suharti pun melanjutkan pembinaan ini sebagai tanggung jawab bersama menyehatkan anak anak di saat ini dan dimasa yang akan datang agar anak anak kita menjadi sehat , cerdas berguna untuk orang tua kota dan negara .
“Kota Cimahi sebagai rumah kita haruslah menjadi rumah yang sehat, diisi oleh anak anak yang sehat, siapa lagi yang harus menciptakan dan memelihara rumah kuta kalau bukan kita sendiri, walaupun rumah kita terbatas , tapi rumah kita harus bersih ,tertib , sehat dan indah,” katanya
Harapan Atty Suharti dengan mengikuti pembinaan ini dapat meningkatkan pengetahuan pengelola kantin/warung sekolah di kota cimahi dan
“PJAS yang aman, bermutu dan
bergizi dapat terwujud;demi menyelamatkan anak rumah kita,” tandasnya. (AHMAD SADLI)