Loading...

Lansia Masih Dibutuhkan Dalam Membangun Negeri

Administrator 31 Mei 2016 132 kali dilihat
Bagikan:
Lansia Masih Dibutuhkan Dalam Membangun Negeri
Atty Suharti yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan bahwa kaum Lansia merupakan subjek pembangunan. Lansia di usia emasnya, memiliki potensi luar biasa, pemikirannya sangat dibutuhkan dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya untuk pembangunan bidang kesejahteraan sosial.

"Meningkatnya penduduk lanjut usia terutama di negara-negara berkembang. Proyeksi penduduk dunia menurut PBB menunjukan bahwa pada dua dekade terakhir ( 2005 – 2025) penduduk lansia di dunia akan meningkat hingga 77,37%," kata Atty.

Sedangkan peningkatan usia produktif hanya mencapai 20,95%. Indonesia berada dalam situasi tersebut. Pertumbuhan penduduk lansia meningkat seiring dengan meningkatnya angka usia harapan hidup penduduk Indonesia.

Pada tahun 1970 jumlah penduduk lansia sekitar 5,3 juta jiwa (4,48%) dan tahun 2010 sudah mencapai 18,04 juta jiwa (9,6%). Artinya, selama empat dekade terjadi peningkatan empat kali lipat jumlah penduduk lansia. Pada tahun 2014 menurut data susenas lansia di Indonesia mencapai 20,24 juta jiwa.

Badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) memproyeksikan bahwa penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 mendatang akan mencapai angka 11,34% atau tercatat 28,8 juta orang. disisi lain jumlah penduduk usia dibawah lima tahun (balita) tinggal 6,9%.

"Dengan demikian Indonesia memiliki konsekuensi terhadap meningkatnya kebutuhan pelayanan dan perlindungan sosial lanjut usia," lanjutnya

Atty pun mengajak kepada para lansia untuk berkontribusi dalam memelihara, menjaga dan membangun 'rumah kita'.

"Teruslah berkarya dan semoga kebersamaan yang selama ini telah terjalin dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa yang akan datang," pungkasnya.(HA)