Atty Suharti yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan bahwa
kaum Lansia merupakan subjek pembangunan. Lansia di usia emasnya,
memiliki potensi luar biasa, pemikirannya sangat dibutuhkan dalam
pembangunan bangsa dan negara, khususnya untuk pembangunan bidang
kesejahteraan sosial.
"Meningkatnya penduduk lanjut usia terutama
di negara-negara berkembang. Proyeksi penduduk dunia menurut PBB
menunjukan bahwa pada dua dekade terakhir ( 2005 – 2025) penduduk lansia
di dunia akan meningkat hingga 77,37%," kata Atty.
Sedangkan
peningkatan usia produktif hanya mencapai 20,95%. Indonesia berada dalam
situasi tersebut. Pertumbuhan penduduk lansia meningkat seiring dengan
meningkatnya angka usia harapan hidup penduduk Indonesia.
Pada
tahun 1970 jumlah penduduk lansia sekitar 5,3 juta jiwa (4,48%) dan
tahun 2010 sudah mencapai 18,04 juta jiwa (9,6%). Artinya, selama empat
dekade terjadi peningkatan empat kali lipat jumlah penduduk lansia. Pada
tahun 2014 menurut data susenas lansia di Indonesia mencapai 20,24 juta
jiwa.
Badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization)
memproyeksikan bahwa penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020
mendatang akan mencapai angka 11,34% atau tercatat 28,8 juta orang.
disisi lain jumlah penduduk usia dibawah lima tahun (balita) tinggal
6,9%.
"Dengan demikian Indonesia memiliki konsekuensi terhadap
meningkatnya kebutuhan pelayanan dan perlindungan sosial lanjut usia,"
lanjutnya
Atty pun mengajak kepada para lansia untuk berkontribusi dalam memelihara, menjaga dan membangun 'rumah kita'.
"Teruslah
berkarya dan semoga kebersamaan yang selama ini telah terjalin dapat
dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa yang akan datang,"
pungkasnya.(HA)