Loading...

Disdukcapil Kota Cimahi Dapat Kuota Pencetakan Kartu Identitas Anak

Administrator 06 Juni 2016 211 kali dilihat
Bagikan:
Disdukcapil Kota Cimahi Dapat Kuota Pencetakan Kartu Identitas Anak
CIMAHI.- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi pada tahun 2016 ini mendapatkan kuota pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) dari pemerintah pusat. Jumlahnya sebanyak 50% dari total anak yang ada di Kota Cimahi.
Kabid Kependudukan Disdukcapil Kota Cimahi Dessy Setiawati mengatakan, kepastian jumlah pencetakan blanko sebanyak itu setelah pihaknya menerima selebaran dari Kementerian Dalam Negeri yang menyebutkan Cimahi mendapatkan alokasi 87.000 blanko.
"Untuk persiapan, kami di daerah belum terlalu banyak melakukan persiapan. Yang pasti soal KTP anak ini kami sudah dapat SK-nya bahwa Cimahi termasuk dalam 50 kota/kab yang termasuk pelaksanaannya lebih dulu untuk pencetakan," katanya.
Menurutnya, dengan alokasi sebanyak 87.000 itu diharapkannya bisa memenuhi pencetakan 50% anak yang berhak mendapatkannya. Tapi, mengingat waktu, pihaknya memprediksi blanko itu baru turun pada Juni atau Juli mendatang.
Pasalnya, saat ini proyek tersebut statusnya dalam proses lelang di kementerian. Pemerintah daerah secara perlahan melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan berbagai bentuk agar bisa diterima dan dipahami masyarakat.
"Kalau di kita, punya kegiatan yang dari APBN akan ada sosialisiasi untuk KTP anak, pelayanan kependudukan dan lainnya. Itu akan ada jadwalnya," ujarnya.
Pemerintah pusat sejauh ini baru menyosialisasikannya ke 50 kota/kab. Di luar kota dan kabupaten itu, sudah ada sejumlah daerah yang telah lebih dulu menerapkan program tersebut seperti Kab Bantul dan Kota Makassar.
"Tapi kita tidak berani menargetkan bahwa 87.000 itu harus selesai, karena kita harus bergantung dengan kelengkapan lain seperti ketersediaan tinta yang dipakai untuk mencetak," ujarnya.
Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin hingga Desember 2016 mendatang akan mencetak sebanyak mungkin. Mengenai data-data anak akan dimasukkan dulu ke sistem yang ditargetkan selesai pada Juni 2016.
"Kita input dulu aja datanya seperti foto dan data-data lainnya. Nanti pada saat blankonya sudah ada kita tinggal cetak," tuturnya. (RR)