CIMAHI - Walikota Cimahi Atty Suharti mengajak warganya untuk
menghormati jasa para pejuang otonomi yang telah berupaya meningkatkan
status pada Kota Cimahi. Terlebih Cimahi saat ini tengah berusia 15
tahun.
Hal itu disampaikan Atty saat menjadi inspektur upacara
Peringatan HUT Ke-15 Kota Cimahi berlangsung di lapangan Apel Kota
Cimahi Jl. Rd. Demang Hardjakusumah, Selasa (21/6). Peserta upacara
tersebut adalah PNS di lingkunghan Pemerintah Kota Cimahi dan perwakilan
organisasi di Kota Cimahi.
"Kita berdiri disini untuk melanjutkan perjuangan otonomi Kota Cimahi dalam pembangunan ke arah yang lebih baik," katanya.
Atty
juga menyatakan dengan kebersamaan dan semangat dari Saluyu Ngawawun
Jati Mandiri, apa yang menjadi keterbatasan di Kota Cimahi bukanlah
halangan untuk membangun dan mensejahterkan, kota beserta rakyatnya.
Kota
Cimahi sebagai rumah kita sangatlah unik, sejarahnya pada jaman Belanda
di masukan kepada daerah yang bukan merupakan kawasan hunian Belanda
yang dilengkapi rumah dan taman taman besar, melainkan sebagai pusat
latihan tentara.
Kota Cimahi memiliki luas yang relatif sangat
kecil, tidak mempunyai sumber daya alam, menjadi kota lintasan, wilayah
industri yang tidak tertata sehingga diperlukan kerja keras, inovasi dan
kebersamaan yang kuat antara pemerintah dan seluruh komponen
masyarakatnya dalam membangun kotanya.
Dalam upacara tersebut
Walikota Cimahi Atty Suharti juga memberikan penghargaan terhadap
masyarakat maupun organisasi di Kota Cimahi yang berprestasi dengan
berbagai kategori antara lain Karang Taruna I Karang Taruna Wahana Bakti
Kelurahan Cibereum.
Untuk Pekerja Sosial Masyarakat adalah Ny.
Dedeh Jubaedah Kelurahan Setiamanah, Organisasi Sosial Terbaik adalah
Yayasan Rumah Anak Saleh Kelurahan Cibabat. Sedangkan juara lomba
animasi layanan masyarakat adalah Tim M. Habib Judul Karya “Anak Kita
dan Masa Depan.
Sedangkan untuk kategori pekerja Teladan menjadi
milik Yadi Supriadi dari PT Perseroan Dagang dan Industri Farmasi
Afiat. Selain itu juga diberikan bantuan kepada penyandang disabilitas
berupa lima belas kursi roda, sepuluh hearing (Alat bantu dengar), tiga
tongkat tuna netra kepada 28 orang.