CIMAHI - Pemkot Cimahi berharap program Australia Indonesia
Infrastructure Grand For Sanitation (sAIIG) bisa diperpanjang. Untuk
itu, hingga akhir tahun 2016, Pemkot Cimahi menargetkan bisa
menyelesaikan sistem pengolahan air limbah domestik sebanyak 2.319
Sambungan Rumah (SR).
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan
(DKP) Kota Cimahi, Aris Permono menuturkan, daerah yang mengikuti
program sAIIG, wajib membangun sistem pengolahan air limbah domestik
yang memenuhi standar dengan kapasitas 200-400 SR.
"Program
hibah sanitasi yang diberikan pemerintah Australia kepada Indonesia
melalui Kementerian Pekerjaan Umum," katanya, kepada pewarta, Selasa
(2/8).
Dia mengungkapkan, sejak 2013 lalu target capaian Cimahi
mencapai 5.000 SR sesuai Surat Perjanjian Penerusan Hibah (SPPH). Untuk
mendukungnya, sampai Desember 2015 Pemkot Cimahi sudah membangun tujuh
sistem IPAL di tujuh lokasi berbeda.
"Tahun ini merupakan
kesempatan terakhir. Di bulan Februari 2016, kita mengajukan 811 SR
namun yang lolos 611 SR. Sisanya harus diperbaiki," ujarnya.
Menurut
Aris, meski ada yang perlu diperbaiki, sampai akhir tahun 2016 pihaknya
menargetkan bisa menyelesaikan 2319 SR. Dengan begitu, program hibah
tersebut bisa dilanjutkan.
"Program ini berkelanjutan. Jadi jika target sampai tahun ini selesai, maka akan diperpanjang," pungkasnya.