CIMAHI - Pemkot Cimahi memastikan sejak lama Tim Penanggulangan Inflasi
Daerah (TPID) telah terbentuk dan telah bekerja sebagaimana mestinya
dalam rangka mengendalikan inflasi yang terjadi di Cimahi.
Pada
Kamis (4/8) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat
nasional TPID di Jakarta. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di
negeri ini meminta kabupaten/kota yang belum mempunyai TPID segera
membentuknya. Sebab, kehadiran tim ini penting untuk memantau dan
mengendalikan laju inflasi di daerah.
Sekretaris Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Chanifah Listyarini
menjelaskan, TPID Cimahi telah dibentuk semenjak pemerintah pusat
menginstruksikan yakni 2008 silam. Salah satu tugas yang dilakukan TPID
adalah melakukan pemantauan harga dan mengatasinya apabila terjadi
lonjakan harga.
Dalam praktiknya, pihaknya bekerja sesuai dengan
karakteristik daerah. Pengendalian tersebut dibagi menjadi empat
kategori yang disebut 4K, yaitu ketersediaan pasokan bahan pokok,
keterjangkauan harga bahan pokok, kelancaran distribusi, dan komunikasi
yang efektif.
"Orang TPID untuk memantau harga kebutuhan pokok di
pasar dan perkembangan harga itu bisa diakses masyarakat di Portal
Informasi Harga Pangan (Priangan.org)," katanya, kepada pewarta, Jumat
(5/8).
Meski begitu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkot
Cimahi Benny Bachtiar mengakui TPIDyang telah ada masih belum berjalan
efektif dalam mengendalikan kenaikan harga-harga terutama pada momen
tertentu seperti menjelang lebaran.
"Memang selama ini belum
maksimal, tapi mengenai hal-hal lainnya saya sendiri masih menunggu
kabar dari Jakarta," katanya, seraya tidak menjelaskan penyebab tim yang
tak maksimal tersebut.