CIMAHI - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi
mengaku akan sulit apabila konsep full day school jadi diterapkan di
Cimahi. Pasalnya, banyak sekolah di Cimahi yang memberlakukan jam sekolah
dengan dua shift, yakni pagi dan siang.
Kepala Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan
mengatakan, banyaknya sekolah yang memberlakukan dua shif dikarenakan
kebanyakan sekolah di Cimahi kekurangan sarana dan sarana, khususnya
ruang kelas.
"Belum bisa, karena masih banyak sekolah untuk dua shift," katanya, kepada pewarta, Minggu (14/8).
Diakuinya,
secara umum bagus, hanya persoalannya untuk Full Day Scholl membutuhkan
sarana dan prasarana, yang memadai. Kurangnya sarana prasarana tersebut
menjadi salah satu faktor sulirnya penerapan konsep ala Mendikbud
tersebut.
Tidak idealnya sekolah di Cimahi dikarenakan tidak
seimbangnya antara banyaknya siswa dengan kebutuhan ruang kelas. Apabila
dihitung dari lulusan SD yang masuk ke jenjang SMP, misalnya, lulusan
SD ada 7.000 siswa dan dibagi jumlah ideal per kelas yakni 27 siswa.
"Kita
hitung secara keseluruhan, apakah seluruh ruang kelas di SMP semua
sekolah cukup untuk menampung jumlah siswa SD tidak," ujarnya.
Saat
ini, jumlah SD di Kota Cimahi mencapai 124 sekolah, bandingkan dengan
jumlah SMP yang hanya 34 yang terdiri dari Negeri dan Swasta.