CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian
Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) akan mendirikan 'pasar'
khusus untuk mengakomodasi pelaku Usaha Kecil dan Menenangah (UKM)
memasarkan produknya saat PON berlangsung.
Kasi UKM
Diskopindagtan Kota Cimahi Rina Mulyani berharap dengan adanya agenda
PON mampu meningkatkan pendapatan ekonomi warga dan para pelaku UKM yang
ada di Kota Cimahi, lewat penjualan souvenir khas Cimahi.
"Agar
aneka souvenir dan produk kerajinan khas Cimahi dapat lebih dikenal oleh
masyarakat luas mulai dari tingkat provinsi dan nasional kami akan
mendirikan tempat penjualan," katanya, kepada pewarta, Senin (29/8).
Seperti
diketahui, Kota Cimahi sendiri memiliki dua venue yang akan dipakai
untuk kegiatan PON XIX seperti lapang tembak dan velodrome yang berada
di Cisangkan, Padasuka Kota Cimahi.
Berdasarkan data Bidang UKM,
Diskopindagtan Kota Cimahi, terdapat sekitar 3.000 UKM di Kota Cimahi
mulai dari UKM makanan, minuman sampai produk kerajinan tangan. Dengan
banyaknya UKM di Cimahi pihaknya tidak mungkin mengakomidir semua UKM
dalam kegiatan PON.
Untuk, pihaknya akan berkoordinasi dengan
komunitas UKM guna menginvetarisir UKM mana saja yang akan menempati
stand pada saat perhelatan PON XIX.
"Karena yang disediakan PON XIX cuma 15 stand, mulai 20-28 September 2016 di dekat lapangan tembak," kata Rina.
Rina
mengaku sudah meminta kepada PB PON untuk menyediakan 40 stand bagi UKM
Cimahi. Produk unggulan yang akan ditonjolkan pada saat PON XIX
berlangsung seperti Bandrek Cihanjuang dan Batik Cimahi.
"Memang produk yang lain juga bagus, tapi kalau yang dua ini saya rasa hanya ada di Cimahi saja," pungkasnya.