Loading...

Festival Animasi Cimahi Telah Menjadi Agenda Penting

Administrator 16 November 2016 190 kali dilihat
Bagikan:
Festival Animasi Cimahi Telah Menjadi Agenda Penting
CIMAHI - Festival Animasi atau Baros International Animation Festival (BIAF) yang rutin digelar Pemkot Cimahi telah menjadi agenda nasional bahkan mencuri perhatian para pegiat animasi dari mancanegara. Pasalnya, animasi kini telah menjadi industri baru.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi Benny Bachtiar mengungkapkan, bukti bahwa BIAF telah mengundang antusias animator luar negeri adalah dengan meningkatnya partisipasi animator yang ingin bergabung dalam acara tersebut. Bahkan, ada pula pelaku dari Malaysia, Singapura dan Thailand ingin menyaksikan langsung.

"Apalagi kali ini tempatnya sangat representatif karena Technopark mampu menampung 1.000 orang. Melalui pelaksanan BIAF kami berharap bisa dengan cepat meningkatkan daya saing Cimahi," katanya, kepada pewarta saat konferensi pers BIAF 2016 di The Edge, Rabu (16/11).

Benny menjelaskan, alasan digelarnya BIAF lantaran upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan promosi investasi daerah yang seringkali tidak maksimal. Melalui, kegiatan ini identitas Cimahi sebagai pusat usaha bisnis animasi kian kuat disamping ikut mengangkat sektor lainnya.

Industri animasi Cimahi dalam MP3EI yang menempatkan Cimahi dalam koridor industi telematik Jabar. Pemkot melihat potensi SDM animator Cimahi sangatlah besar ditambah potensi bisnisnya yang sangat menggiurkan.

Oleh karena itu, Pemkot Cimahi berupaya menjadikan industri animasi sebagai sektor unggulan, termasuk dengan mendirikan UPT Technopark maupun melalui pendidikan di SMA/SMK. 

"Sampai sekarang sudah ada 17 startup, apalagi nanti kalau Technopark sudah berjalan, karena di situ ada inkubator bisnis. Dengan demikian, Cimahi ini kelak akan banyak tumbuh enterpreneur muda," katanya.

Ketua Cimahi Creative Association (CAA) Rudy Suteja berharap penyelenggaraan BIAF 2016 pada 17-20 November ini bisa melahirkan banyak penulis cerita animasi yang kreatif. Pasalnya, perkembangan animasi di Indonesia sejauh ini sudah cukup bagus dan bisa bersaing dengan luar negeri. Akan tetapi, hal tersebut tidak didukung dengan kemunculan cerita-cerita yang menarik untuk diterapkan pada industri animasi di dalam negeri.

"Dalam animasi itu ada istilah story it's the way. Naruto itu secara animasi biasa saja, tapi ceritanya menarik dan mudah dipahami orang-orang. Jadinya banyak orang yang suka," kata Rudy.

Oleh karena itu, pada penyelenggaraan BIAF 2016 beberapa penulis cerita andal sengaja didatangkan sebagai pembicara, seperti Eric Castanet yang berasal dari Prancis, Hassan Abd Muthalib dari Malaysia, serta penulis naskah dari dalam negeri, Eky NF.

"Ada 16 pembicara dari 11 negara. Dari 16 orang itu, kebanyakan masuk ke wilayah bagaimana menulis cerita. Soalnya, kebutuhan kita memang ke arah situ (penulisan cerita). Kedua, bagaimana animasi kita layak ditayangkan di tingkat nasional atau internasional. Jadi ada yang disebut bussiness evaluation," katanya.

Rudy menjabarkan, selama empat hari penyelenggaraan BIAF 2016 agenda yang digelar pada umumnya masih sama BIAF pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu pameran, talkshow, masterclass, bussiness meeting, lomba film animasi pendek, dan pemutaran film animasi.

"Ke depan kami bercita-cita menjadikan ajang ini bisa menarik minat orang-orang dari berbagai negara," pungkasnya.