CIMAHI - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi mengakui daerahnya perlu bekerja sama Kab Bandung dan Bandung Barat dalam rangka memfasilitasi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Cimahi.
Kepala Bappeda Kota Cimahi Tata Wikanta menuturkan, sejauh ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat.
"Kami sudah melakukan kerja sama dengan Kabupaten Bandung, dalam arti kami menyiapkan juga reservior untuk di Cimahi. Penyediaan tempat untuk reservoir ini sedang dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan," kata Tata, kepada pewarta, Jumat (18/11).
Dengan Pemkab Bandung Barat, terang dia, kerja sama air bersih masih berjalan kendati Pemkab Bandung Barat lambat dalam menyelesaikan revisi dokumen. Bersama Bandung Barat masih berjalan, tapi tergantung bagaimana penyempurnaan dokumennya nanti.
Soalnya, pemerintah pusat mengeluarkan anggaran untuk air bersih manakala dimanfaatkan untuk kebutuhan regional, jadi harus ada kerja sama lintas daerah.
"Di Cimahi kan yang baru terfasilitasi untuk air bersih melalui PDAM baru sekitar 18%, sisanya itu air baku biasa, artesis, atau sumur. Jadi kami masih perlu banyak air bersih," kata Tata
Kepala UPT Air Minum Kota Cimahi Dede M Asrori menambahkan, saat ini Pemkot Cimahi masih melakukan pemasangan pipa distribusi utama dan sambungan ke rumah-rumah sasaran. Hingga akhir tahun, pihaknya menargetkan sambungan SPAM untuk 250 rumah sudah terpasang. Untuk target jangka panjang, pada 2019 diharapkan sebanyak jumlahnya bisa mencapai 25.000 sambungan rumah.
"Yang sudah terpasang itu 68 sambungan rumah. Sampai Desember nanti, targetnya 250 yang mau dipasang," ujarnya.